Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 6 Juni 2026
Sampah Daun Bambu Jadi Pupuk, Penglipuran Siapkan Wisata Berbasis Pengolahan Sampah
BERITABALI.COM, BANGLI.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan sampah, Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli terus memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengolah sampah daun bambu menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Desa Adat Penglipuran dalam menjaga kawasan desa wisata tetap bersih, asri, dan ramah lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara.
Salah seorang warga Penglipuran, I Nengah Cana, menjelaskan bahwa proses pengolahan dimulai dengan memilah dan mengumpulkan daun bambu kering yang banyak ditemukan di kawasan desa. Selanjutnya, daun-daun tersebut dicacah menjadi ukuran lebih kecil agar proses pembusukan dapat berlangsung lebih cepat.
Setelah dicacah, daun bambu dicampur dengan pupuk kandang untuk mempercepat proses penguraian bahan organik. Campuran tersebut kemudian difermentasi selama sekitar 10 hari hingga siap digunakan sebagai pupuk organik.
Menurutnya, pupuk hasil pengolahan sampah daun bambu tidak hanya dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman milik warga, tetapi juga memiliki nilai jual yang dapat menambah manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan keberhasilan pengelolaan limbah organik tersebut menjadi modal penting untuk pengembangan wisata edukasi lingkungan di masa mendatang.
Ia menjelaskan, proses pengolahan sampah yang selama ini dilakukan akan diperkenalkan kepada wisatawan sebagai salah satu bentuk edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
"Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan dan keasrian Desa Wisata Penglipuran, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai praktik nyata pelestarian lingkungan yang dilakukan masyarakat setempat," katanya, Senin (01/06/2026).
Pengembangan wisata edukasi pengelolaan sampah ini diharapkan mampu memperkuat citra Penglipuran sebagai desa wisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, sampah yang selama ini dianggap sebagai sumber permasalahan dapat diubah menjadi sumber manfaat yang bernilai ekonomi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli