Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Dua Hari Berturut-turut, Penyu Lekang Mati Terdampar di Pantai Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Fenomena terdamparnya satwa laut kembali terjadi di pesisir Kabupaten Jembrana. Dalam dua hari berturut-turut, dua ekor penyu lekang ditemukan dalam kondisi mati di kawasan Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana.
Temuan pertama terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan Kurma Asih, Pantai Perancak. Penyu berjenis kelamin jantan tersebut ditemukan tersangkut di batu senderan pantai dalam kondisi telah mengalami kerusakan.
Hasil identifikasi menunjukkan penyu tersebut memiliki ukuran karapas sepanjang 64 sentimeter dengan lebar 62 sentimeter. Karena kondisi bangkai sudah rusak, tim konservasi Kurma Asih bersama relawan mahasiswa asal Singapura langsung melakukan proses penguburan di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian penyu pertama tersebut masih belum diketahui.
Sehari berselang, Kamis (18/6/2026), penemuan serupa kembali terjadi di Pantai Perancak. Seekor penyu lekang jantan ditemukan mati terdampar dengan ukuran karapas yang lebih besar, yakni panjang 72 sentimeter dan lebar 70 sentimeter.
Koordinator Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, menjelaskan kondisi bangkai penyu kedua saat ditemukan sudah mengalami pembusukan cukup parah.
"Ketika ditemukan kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Karena itu langsung dilakukan penguburan," ujarnya.
Berdasarkan kondisi fisik bangkai, penyu tersebut diperkirakan telah mati sekitar tujuh hari sebelum ditemukan di pesisir Pantai Perancak.
Meski dua penyu ditemukan dalam waktu yang berdekatan, penyebab kematian keduanya masih menjadi misteri. Tim konservasi belum dapat memastikan faktor yang menyebabkan satwa dilindungi tersebut mati sebelum terdampar di pantai.
Kurma Asih Desa Perancak mengimbau masyarakat pesisir maupun nelayan yang menemukan satwa laut terdampar agar segera melapor kepada pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mendukung pendataan dan upaya konservasi satwa laut di wilayah Jembrana.
Kasus temuan dua penyu lekang mati dalam waktu berdekatan ini juga menjadi perhatian bagi para pegiat konservasi karena penyu lekang merupakan salah satu spesies penyu yang dilindungi dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5551 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3485 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2337 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1180 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan