Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas
beritabali/ist/DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp600 juta pada 2026. Nilai tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp800 juta akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Kepala Disbudpar Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengatakan pengurangan anggaran tersebut merupakan dampak kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat dan dirasakan hampir seluruh sektor.
"Ini memang kebijakan dari pusat. Bukan hanya di Disbudpar, tetapi hampir semua sektor mengalami penurunan anggaran," ujarnya, Rabu (8/7).
Meski anggaran berkurang, Disbudpar memastikan DAK nonfisik tetap dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pelestarian budaya, khususnya di Museum Gedong Kirtya yang menjadi pusat penyimpanan naskah lontar di Buleleng.
Sejumlah kegiatan yang tetap akan dilaksanakan antara lain lomba membaca lontar, lomba berbahasa Bali tingkat SMA/SMK, hingga lomba macecimpedan bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk penyelenggaraan pameran budaya seperti pameran prasi dan pameran obat tradisional.
Tak hanya itu, sebagian anggaran juga difokuskan untuk pemeliharaan koleksi lontar melalui pengadaan bahan pengawet agar naskah kuno tetap terjaga kualitasnya.
"Termasuk pengadaan bahan pengawet untuk menjaga kondisi naskah lontar sebagai bagian dari upaya pelindungan warisan budaya," jelasnya.
Menurut Wisandika, meskipun besaran DAK nonfisik mengalami penurunan, seluruh anggaran yang tersedia akan tetap diprioritaskan untuk mendukung pelestarian budaya dan menjaga koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Gedong Kirtya.
Sementara itu, untuk DAK fisik, Disbudpar Buleleng sudah tidak lagi menerima alokasi dari pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir.
"Kalau tidak salah sejak masa Penjabat Bupati Ketut Lihadnyana kami sudah tidak mendapatkan DAK fisik," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4712 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2525 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2157 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1780 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1207 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun