Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas

Kamis, 9 Juli 2026, 09:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp600 juta pada 2026. Nilai tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp800 juta akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Disbudpar Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengatakan pengurangan anggaran tersebut merupakan dampak kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat dan dirasakan hampir seluruh sektor.

"Ini memang kebijakan dari pusat. Bukan hanya di Disbudpar, tetapi hampir semua sektor mengalami penurunan anggaran," ujarnya, Rabu (8/7).

Meski anggaran berkurang, Disbudpar memastikan DAK nonfisik tetap dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pelestarian budaya, khususnya di Museum Gedong Kirtya yang menjadi pusat penyimpanan naskah lontar di Buleleng.

Sejumlah kegiatan yang tetap akan dilaksanakan antara lain lomba membaca lontar, lomba berbahasa Bali tingkat SMA/SMK, hingga lomba macecimpedan bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk penyelenggaraan pameran budaya seperti pameran prasi dan pameran obat tradisional.

Tak hanya itu, sebagian anggaran juga difokuskan untuk pemeliharaan koleksi lontar melalui pengadaan bahan pengawet agar naskah kuno tetap terjaga kualitasnya.

"Termasuk pengadaan bahan pengawet untuk menjaga kondisi naskah lontar sebagai bagian dari upaya pelindungan warisan budaya," jelasnya.

Menurut Wisandika, meskipun besaran DAK nonfisik mengalami penurunan, seluruh anggaran yang tersedia akan tetap diprioritaskan untuk mendukung pelestarian budaya dan menjaga koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Gedong Kirtya.

Sementara itu, untuk DAK fisik, Disbudpar Buleleng sudah tidak lagi menerima alokasi dari pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir.

"Kalau tidak salah sejak masa Penjabat Bupati Ketut Lihadnyana kami sudah tidak mendapatkan DAK fisik," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami