Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Disdikpora Bangli Tegaskan MPLS Wajib Ramah Anak Tanpa Perpeloncoan

Senin, 13 Juli 2026, 17:28 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Disdikpora Bangli Tegaskan MPLS Wajib Ramah Anak Tanpa Perpeloncoan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bangli resmi dimulai. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan MPLS yang ramah anak, bebas dari perpeloncoan, kekerasan, maupun tugas-tugas yang tidak relevan.

Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha, mengatakan MPLS merupakan tahapan penting untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta budaya belajar di sekolah.

"Seluruh rangkaian kegiatan MPLS harus berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak anak," ujarnya, Senin (13/07/2026).

Ia menegaskan tidak boleh ada praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan dalam pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah di Kabupaten Bangli.

Selain itu, sekolah juga dilarang memberikan tugas-tugas yang tidak berkaitan dengan tujuan pendidikan, seperti mencari barang-barang aneh yang selama ini kerap menjadi bagian dari kegiatan orientasi siswa.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Bangli, I Wayan Agus Suardana, memastikan pelaksanaan MPLS di sekolahnya berlangsung selama lima hari dengan pendampingan penuh dari para guru.

Seluruh kegiatan dirancang secara interaktif agar peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang menyenangkan tanpa adanya praktik perpeloncoan.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat siswa merasa nyaman, senang, dan gembira sehingga proses adaptasi di lingkungan sekolah berjalan lebih optimal.

Disdikpora Bangli berharap pelaksanaan MPLS yang sesuai dengan ketentuan dapat membentuk karakter peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat belajar sejak hari pertama masuk sekolah. Dengan pelaksanaan yang ramah anak, siswa diharapkan dapat memulai proses pendidikan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh antusiasme.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami