Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
MPLS SMP di Denpasar Dimulai, Disdikpora Tegaskan Tanpa Perundungan dan Perpeloncoan
beritabali/ist/MPLS SMP di Denpasar Dimulai, Disdikpora Tegaskan Tanpa Perundungan dan Perpeloncoan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Denpasar resmi dimulai pada Senin (13/7). Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 4 Denpasar tersebut diikuti seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar, serta berlangsung selama lima hari hingga Jumat (17/7).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menegaskan pelaksanaan MPLS tahun ini harus mengedepankan prinsip humanis dan edukatif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan fisik maupun psikologis bagi peserta didik baru.
Menurutnya, seluruh rangkaian MPLS wajib menerapkan prinsip ramah, edukatif, inklusif, partisipatif, dan bermakna sehingga siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif.
"Kami menekankan secara tegas agar kegiatan ini bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun praktik perpeloncoan," ujar Wiratama.
Pelaksanaan MPLS di Kota Denpasar mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi MPLS yang Ramah.
Pada tahun ajaran ini, MPLS jenjang SMP mengusung tema "Dengan Spirit Sewaka Dharma, Mewujudkan Generasi Berkarakter, Berbudaya, Aman, Nyaman, dan Menggembirakan Menuju Denpasar Maju."
Tema tersebut menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berpusat pada murid. Selama lima hari pelaksanaan, siswa baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan pembekalan karakter dan budaya positif.
Materi yang diberikan meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pelaksanaan Pagi Ceria, pembiasaan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S), pemilahan serta pengolahan sampah, hingga edukasi pencegahan perundungan dan kekerasan sejak dini.
"MPLS ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan, menyenangkan, dan membahagiakan bagi seluruh murid baru. Dengan begitu, mereka merasa diterima dan dihargai, sehingga termotivasi untuk belajar, berkembang, dan mengukir prestasi," kata Wiratama.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang membuka kegiatan tersebut berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang membangun karakter, mengembangkan potensi, memperkuat budaya, serta menjalin persahabatan antarsiswa.
"Segala bentuk potensi siswa harus digali dan diarahkan. Siswa yang suka main gadget, kami fasilitasi ada olahraga e-sport, diketahui ada Atlit e-sport Denpasar dua orang sudah mendunia. Serta yang tak kalah pentingnya dijaman digital sekarang agar para siswa diajarkan guna bijak bermedia sosial, " Tukasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan MPLS tidak hanya berlangsung di jenjang SMP, tetapi juga dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar di Kota Denpasar. Para siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman sebaya, hingga kakak kelas. Khusus untuk jenjang SD, orang tua masih diperbolehkan mendampingi anak dari luar kelas selama masa pengenalan berlangsung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4470 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2015 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1642 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1483 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan