Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




HUT ke-81 RI, Pekerja Pariwisata Bali Tak Cukup Andalkan UMK

Senin, 17 Agustus 2026, 15:28 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/HUT ke-81 RI, Pekerja Pariwisata Bali Tak Cukup Andalkan UMK.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kesejahteraan pekerja masih menjadi salah satu tantangan di tengah pertumbuhan pariwisata Bali saat memasuki usia ke-81 Republik Indonesia. Perhatian terhadap pekerja dinilai tidak cukup hanya melalui peningkatan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan karakter industri pariwisata Bali memungkinkan pekerja memperoleh pendapatan tambahan melalui service charge.

Menurut Rai, dalam kondisi tertentu, besaran uang servis yang diterima pekerja bahkan dapat melampaui upah pokok.

“Di Bali bukan hanya UMK saja didapat. Selain dapat UMK juga dapat service. Justru service-nya lebih besar dari UMK. Saat ini rata-rata service hotel yang paling rendah sampai Rp3 juta, yang paling tinggi sampai Rp15 juta,” kata Rai ditemui usai Upacara Bendera HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Rai menilai kesejahteraan pekerja pariwisata seharusnya tidak hanya diukur dari besaran gaji pokok, tetapi juga berdasarkan total pendapatan yang diterima atau take-home pay.

Menurut dia, pekerja sektor pariwisata Bali dapat memperoleh pendapatan lebih tinggi dibandingkan pekerja di daerah lain apabila mendapatkan UMK sekaligus service charge.

“Jadi berapa yang mereka bawa pulang, itu yang paling penting. Kalau dia dapat hanya Rp5 juta di daerah lain, hanya Rp5 juta dan tidak ada service, kan lebih baik kita dapat Rp8 juta, Rp9 juta atau Rp10 juta lebih kerja di pariwisata karena service-nya yang paling penting,” ujarnya.

Okupansi Hotel Pengaruhi Service Charge

Besaran service charge, lanjut Rai, sangat bergantung pada kinerja bisnis akomodasi pariwisata. Tingkat hunian atau okupansi hotel dan harga kamar menjadi dua faktor utama yang memengaruhi besaran uang servis. Uang servis tersebut kemudian dibagikan kepada karyawan permanen sesuai mekanisme yang berlaku.

Service charge akan dibagi rata kepada semua karyawan yang permanen,” jelasnya.

Hingga Agustus 2026, kondisi pariwisata Bali disebut relatif stabil. Tingkat hunian hotel berbintang maupun hotel melati dinilai masih cukup baik.Secara rata-rata, okupansi hotel di Bali berada di kisaran 80 persen. Namun, tingkat hunian tersebut berbeda di masing-masing destinasi.Sanur disebut hampir mencapai 90 persen, sedangkan Badung berada di sekitar 80 persen. Sementara itu, tingkat okupansi hotel di Ubud berada di kisaran 70 persen.

Badung menjadi salah satu barometer utama pariwisata Bali karena memiliki konsentrasi akomodasi terbesar. Dari sekitar 160.000 kamar hotel yang tersedia di Bali, sekitar 71 persen berada di Kabupaten Badung.

Tingkat okupansi tersebut turut berpengaruh terhadap pendapatan pekerja melalui service charge. Ketika okupansi dan harga kamar meningkat, potensi pendapatan tambahan pekerja juga semakin besar.

“Jadi itu yang sangat ini. Karena service charge akan dibagi rata kepada semua karyawan yang permanen,” katanya.

Pariwisata Bali Diminta Berbasis Budaya

Rai mengatakan momentum HUT ke-81 RI menjadi waktu untuk mengevaluasi arah pembangunan pariwisata Bali. Terlebih, Bali akan memasuki satu abad perkembangan pariwisata pada 2027.

Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan mengevaluasi sejauh mana pariwisata Bali memberikan manfaat bagi masyarakat dan pekerja.

“Ini harus betul kita maknai, evaluasi betul nanti bagaimana ke depannya sesuai dengan visi Gubernur untuk membangun pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat,” katanya.

Ia menilai visi tersebut perlu diikuti pengawasan lebih ketat serta penegakan aturan secara konsisten. Sebelum penegakan dilakukan, pemerintah dan pemangku kepentingan juga perlu memastikan aturan dipahami pelaku usaha maupun wisatawan.

“Harus dilakukan secara serius dengan melakukan pengawasan ketat dan menegakkan aturan-aturan dengan baik. Sebelumnya tentu harus ada sosialisasi apa yang dimaknai biar jangan ada mispersepsi di lapangan,” ujarnya.

Keamanan Jadi Penopang Pariwisata

Di sisi lain, pertumbuhan kunjungan wisatawan perlu dibarengi dengan jaminan keamanan. Rai menyebut aspek keamanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus keberlangsungan industri pariwisata Bali.

Ia berharap pemerintah bersama aparat keamanan melakukan langkah antisipasi untuk menekan potensi kriminalitas di Bali.

“Kunjungan masih relatif stabil, khususnya Agustus ini. Tingkat hunian sangat bagus juga di hotel-hotel yang berbintang dan juga termasuk di yang melati,” imbuhnya.

Rai juga melihat adanya indikasi peningkatan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bali. Tingginya hunian hotel berbintang dinilai menunjukkan sebagian wisatawan memiliki daya beli dan tingkat pengeluaran atau spending yang relatif tinggi.

“Kalau kita lihat banyak wisatawan tinggal di hotel-hotel berbintang artinya daya belinya cukup tinggi. Berarti yang spending-nya sangat bagus yang datang,” katanya.

Bagi Rai, kondisi tersebut perlu dijaga agar pertumbuhan pariwisata tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan. Pertumbuhan industri pariwisata Bali diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pekerja dan masyarakat.

Menjelang satu abad pariwisata Bali, tantangannya bukan hanya mendatangkan semakin banyak wisatawan, tetapi juga memastikan pertumbuhan berjalan beriringan dengan kesejahteraan pekerja, keamanan, penegakan aturan serta arah pariwisata yang berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami