Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Investor Cina Jajaki Pengolahan Sampah TPA Butus Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, berpeluang ditangani melalui teknologi pengolahan sampah modern.
Peluang tersebut muncul setelah investor asal Cina menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah di TPA Butus yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas atau overload.
Ketertarikan investor tersebut kini memasuki tahap penjajakan. Pada pertengahan Agustus 2026, pihak investor telah melakukan survei langsung ke TPA Butus dengan didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem.
Kepala DLH Karangasem, I Made Wiguna, mengatakan rencana investasi tersebut masih dalam tahap kajian. Investor tengah menghitung kebutuhan teknologi sekaligus besaran investasi yang diperlukan untuk merealisasikan pengolahan sampah.
“Sudah sempat survei lokasi pertengahan Agustus 2026 ini, sekarang masih dikaji oleh mereka. Gambaran awalnya sampah akan diolah semuanya, tidak harus dipilah. Untuk teknologi yang digunakan sejenis incinerator, tetapi dengan teknologi yang berbeda,” ujar Wiguna.
Menurut Wiguna, apabila rencana investasi tersebut berlanjut, Pemkab Karangasem kemungkinan diharapkan memberikan sejumlah dukungan. Fasilitasi tersebut antara lain berkaitan dengan perizinan, penyiapan lahan, hingga kemungkinan pembebasan pajak untuk sementara waktu.
Meski demikian, berbagai bentuk dukungan tersebut belum dibahas secara resmi. Pasalnya, investor masih melakukan penghitungan terhadap nilai investasi dan kebutuhan pengembangan fasilitas pengolahan sampah.
Dari hasil survei, kawasan TPA Butus dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah. Investor melihat adanya lahan di kawasan TPA yang memungkinkan digunakan untuk mendukung rencana tersebut.
Investor Butuh Kepastian Pasokan Sampah
Selain kesiapan teknologi dan nilai investasi, kontinuitas pasokan sampah menjadi faktor penting dalam rencana pengolahan sampah di TPA Butus.
Investor membutuhkan jumlah sampah minimal tertentu agar fasilitas pengolahan dapat beroperasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut juga membuka kemungkinan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Karangasem nantinya diarahkan ke fasilitas tersebut.
“Kontinuitas sampah harus ada, minimal berapa ton. Tentu ada minimal jumlah sampah. Jika ini jalan, sampah-sampah se-Kabupaten bisa ditarik ke sana,” jelasnya.
Rencana tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam menangani persoalan sampah di Karangasem, terutama kondisi TPA Butus yang kini mengalami overload akibat tingginya volume sampah yang masuk.
Wiguna berharap penjajakan investasi tersebut dapat berlanjut hingga terealisasi sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Karangasem dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Mudah-mudahan bisa terwujud, dan sampah di Karangasem bisa dikelola dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5839 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan