Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Investor Cina Jajaki Pengolahan Sampah TPA Butus Karangasem

Senin, 31 Agustus 2026, 11:31 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Investor Cina Jajaki Pengolahan Sampah TPA Butus Karangasem.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, berpeluang ditangani melalui teknologi pengolahan sampah modern.

Peluang tersebut muncul setelah investor asal Cina menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah di TPA Butus yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas atau overload.

Ketertarikan investor tersebut kini memasuki tahap penjajakan. Pada pertengahan Agustus 2026, pihak investor telah melakukan survei langsung ke TPA Butus dengan didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem.

Kepala DLH Karangasem, I Made Wiguna, mengatakan rencana investasi tersebut masih dalam tahap kajian. Investor tengah menghitung kebutuhan teknologi sekaligus besaran investasi yang diperlukan untuk merealisasikan pengolahan sampah.

“Sudah sempat survei lokasi pertengahan Agustus 2026 ini, sekarang masih dikaji oleh mereka. Gambaran awalnya sampah akan diolah semuanya, tidak harus dipilah. Untuk teknologi yang digunakan sejenis incinerator, tetapi dengan teknologi yang berbeda,” ujar Wiguna.

Menurut Wiguna, apabila rencana investasi tersebut berlanjut, Pemkab Karangasem kemungkinan diharapkan memberikan sejumlah dukungan. Fasilitasi tersebut antara lain berkaitan dengan perizinan, penyiapan lahan, hingga kemungkinan pembebasan pajak untuk sementara waktu.

Meski demikian, berbagai bentuk dukungan tersebut belum dibahas secara resmi. Pasalnya, investor masih melakukan penghitungan terhadap nilai investasi dan kebutuhan pengembangan fasilitas pengolahan sampah.

Dari hasil survei, kawasan TPA Butus dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah. Investor melihat adanya lahan di kawasan TPA yang memungkinkan digunakan untuk mendukung rencana tersebut.

Investor Butuh Kepastian Pasokan Sampah

Selain kesiapan teknologi dan nilai investasi, kontinuitas pasokan sampah menjadi faktor penting dalam rencana pengolahan sampah di TPA Butus.

Investor membutuhkan jumlah sampah minimal tertentu agar fasilitas pengolahan dapat beroperasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut juga membuka kemungkinan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Karangasem nantinya diarahkan ke fasilitas tersebut.

“Kontinuitas sampah harus ada, minimal berapa ton. Tentu ada minimal jumlah sampah. Jika ini jalan, sampah-sampah se-Kabupaten bisa ditarik ke sana,” jelasnya.

Rencana tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam menangani persoalan sampah di Karangasem, terutama kondisi TPA Butus yang kini mengalami overload akibat tingginya volume sampah yang masuk.

Wiguna berharap penjajakan investasi tersebut dapat berlanjut hingga terealisasi sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Karangasem dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Mudah-mudahan bisa terwujud, dan sampah di Karangasem bisa dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami