Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 2 September 2026
Bali Masuk Puncak Kemarau, El Nino Picu Kekeringan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III menyebut wilayah Bali kini telah memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena musim kemarau tahun ini berbarengan dengan fenomena El Nino yang meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Diana Hikmah, mengatakan musim kemarau di Bali umumnya berlangsung pada April hingga September. Namun, waktu datang dan puncak musim kemarau dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Menurut Diana, wilayah yang secara karakteristik memiliki lahan cenderung kering umumnya menjadi kawasan yang lebih terdampak ketika musim kemarau. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Bali bagian utara dan barat.
Namun, kondisi tahun ini berbeda karena musim kemarau berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino. Dampaknya, potensi kekeringan tidak hanya perlu diwaspadai di kawasan yang selama ini dikenal memiliki karakteristik lebih kering, tetapi juga di sebagian besar wilayah Bali.
"Berdasarkan data historis, kekeringan sebelumnya juga pernah terjadi dengan kondisi musim kemarau panjang, yaitu di tahun 2015, 2019 dan terakhir di tahun 2023, dimana ditahun tersebut juga terjadi fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat," ujarnya, Rabu,(2/9/2026) di Badung.
BMKG sebelumnya telah mengingatkan adanya fenomena El Nino kuat yang berpotensi menyertai musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat muncul akibat berkurangnya curah hujan.
Selain kekeringan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran lahan selama periode puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang lebih kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka yang tidak terkendali.
Diana mengimbau masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di area terbuka yang memiliki vegetasi atau material mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui kondisi terbaru selama periode puncak musim kemarau.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 469 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 341 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 299 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 224 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 223 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman