Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bali Masuk Puncak Kemarau, El Nino Picu Kekeringan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III menyebut wilayah Bali kini telah memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena musim kemarau tahun ini berbarengan dengan fenomena El Nino yang meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Diana Hikmah, mengatakan musim kemarau di Bali umumnya berlangsung pada April hingga September. Namun, waktu datang dan puncak musim kemarau dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Menurut Diana, wilayah yang secara karakteristik memiliki lahan cenderung kering umumnya menjadi kawasan yang lebih terdampak ketika musim kemarau. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Bali bagian utara dan barat.
Namun, kondisi tahun ini berbeda karena musim kemarau berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino. Dampaknya, potensi kekeringan tidak hanya perlu diwaspadai di kawasan yang selama ini dikenal memiliki karakteristik lebih kering, tetapi juga di sebagian besar wilayah Bali.
"Berdasarkan data historis, kekeringan sebelumnya juga pernah terjadi dengan kondisi musim kemarau panjang, yaitu di tahun 2015, 2019 dan terakhir di tahun 2023, dimana ditahun tersebut juga terjadi fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat," ujarnya, Rabu,(2/9/2026) di Badung.
BMKG sebelumnya telah mengingatkan adanya fenomena El Nino kuat yang berpotensi menyertai musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat muncul akibat berkurangnya curah hujan.
Selain kekeringan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran lahan selama periode puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang lebih kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka yang tidak terkendali.
Diana mengimbau masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di area terbuka yang memiliki vegetasi atau material mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui kondisi terbaru selama periode puncak musim kemarau.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5668 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2523 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan