Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 1 September 2026
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
BERITABALI.COM, BANGLI.
Akurasi data desil penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, termasuk Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
Ketidaksesuaian data bahkan ditemukan pada salah satu warga Desa Jehem. Data tingkat kesejahteraan warga tersebut mengalami lonjakan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kepala Desa Jehem, I Nengah Tesan Darmayasa, mengatakan sistem pencatatan digital melalui aplikasi Perlinsos sangat membantu dalam proses pendataan masyarakat. Namun, menurutnya, masih terdapat celah yang dapat menyebabkan data tidak sepenuhnya akurat.
"Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan data kepemilikan aset warga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi penghitungan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penentuan desil penerima bansos," katanya, Selasa (01/09/2026).
Kasus tersebut dialami salah satu warga yang sebelumnya berada pada desil 2, tetapi kemudian mengalami lonjakan menjadi desil 7. Berdasarkan klasifikasi tersebut, warga bersangkutan tercatat memiliki tingkat kesejahteraan relatif tinggi atau masuk kategori keluarga menengah atas.
Padahal, kondisi sebenarnya di lapangan menunjukkan hal berbeda. Warga tersebut masih tergolong kurang mampu dan bahkan tinggal di rumah yang dinilai tidak layak huni.
Baca juga:
Bansos Bulog di Karangasem Dipersoalkan
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti Pemerintah Desa Jehem dengan melakukan perbaikan data dan mengajukan sanggahan. Langkah tersebut dilakukan agar data penerima bantuan sosial kembali sesuai dengan kondisi masyarakat dan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Untuk mengantisipasi kendala teknis maupun ketidaksesuaian data dalam sistem aplikasi, Pemerintah Desa Jehem juga meningkatkan peran aktif kelian dinas dan perangkat desa sebagai agen pemutakhiran data.
Saat ini terdapat 18 agen pemutakhiran data yang tersebar di 14 banjar dinas di seluruh wilayah Desa Jehem. Mereka memiliki peran dalam membantu memastikan kondisi masyarakat yang tercatat dalam sistem sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
Keberadaan agen tersebut dinilai penting karena perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat perlu terus diperbarui. Dengan pemutakhiran secara aktif, data desil diharapkan tidak hanya mengacu pada data administratif, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi riil warga.
Baca juga:
Bangli Dorong Data Akurat untuk Bansos
Pemerintah Desa Jehem berharap proses pemutakhiran data dari pemerintah pusat ke depan semakin akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, data penerima bantuan sosial benar-benar mencerminkan tingkat kesejahteraan warga sehingga program bantuan pemerintah dapat menyasar masyarakat yang memang membutuhkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 96 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 90 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 90 Kali
Benih Kerapu Bali Makin Laris, Ekspor Tembus Rp6,4 Miliar
Dibaca: 82 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman