Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
BERITABALI.COM, BANGLI.
Akurasi data desil penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, termasuk Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
Ketidaksesuaian data bahkan ditemukan pada salah satu warga Desa Jehem. Data tingkat kesejahteraan warga tersebut mengalami lonjakan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kepala Desa Jehem, I Nengah Tesan Darmayasa, mengatakan sistem pencatatan digital melalui aplikasi Perlinsos sangat membantu dalam proses pendataan masyarakat. Namun, menurutnya, masih terdapat celah yang dapat menyebabkan data tidak sepenuhnya akurat.
"Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan data kepemilikan aset warga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi penghitungan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar penentuan desil penerima bansos," katanya, Selasa (01/09/2026).
Kasus tersebut dialami salah satu warga yang sebelumnya berada pada desil 2, tetapi kemudian mengalami lonjakan menjadi desil 7. Berdasarkan klasifikasi tersebut, warga bersangkutan tercatat memiliki tingkat kesejahteraan relatif tinggi atau masuk kategori keluarga menengah atas.
Padahal, kondisi sebenarnya di lapangan menunjukkan hal berbeda. Warga tersebut masih tergolong kurang mampu dan bahkan tinggal di rumah yang dinilai tidak layak huni.
Baca juga:
Bansos Bulog di Karangasem Dipersoalkan
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti Pemerintah Desa Jehem dengan melakukan perbaikan data dan mengajukan sanggahan. Langkah tersebut dilakukan agar data penerima bantuan sosial kembali sesuai dengan kondisi masyarakat dan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Untuk mengantisipasi kendala teknis maupun ketidaksesuaian data dalam sistem aplikasi, Pemerintah Desa Jehem juga meningkatkan peran aktif kelian dinas dan perangkat desa sebagai agen pemutakhiran data.
Saat ini terdapat 18 agen pemutakhiran data yang tersebar di 14 banjar dinas di seluruh wilayah Desa Jehem. Mereka memiliki peran dalam membantu memastikan kondisi masyarakat yang tercatat dalam sistem sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
Keberadaan agen tersebut dinilai penting karena perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat perlu terus diperbarui. Dengan pemutakhiran secara aktif, data desil diharapkan tidak hanya mengacu pada data administratif, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi riil warga.
Baca juga:
Bangli Dorong Data Akurat untuk Bansos
Pemerintah Desa Jehem berharap proses pemutakhiran data dari pemerintah pusat ke depan semakin akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, data penerima bantuan sosial benar-benar mencerminkan tingkat kesejahteraan warga sehingga program bantuan pemerintah dapat menyasar masyarakat yang memang membutuhkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4506 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2127 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2085 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1659 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1620 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan