Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lima Mahasiswa Undiksha Pulihkan Makna Hidup Lansia Dangin Sema Badung Lewat Seni

Program Harmoni Senja

Rabu, 2 September 2026, 21:46 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok PKM Undiksha/Lima Mahasiswa Undiksha Pulihkan Makna Hidup Lansia Dangin Sema Badung Lewat Seni.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Di usia senja, tidak semua orang masih memiliki kesempatan untuk merasa didengar. Sebagian lansia harus menghadapi perubahan besar dalam hidup ketika anak-anak mulai merantau, aktivitas berkurang, dan peran yang dulu dijalani perlahan menghilang. 

Di balik kondisi tersebut, tumbuh perasaan sepi, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak lagi memiliki arti dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Kondisi inilah yang ditemui pada Kelompok Lansia Cempaka Biru di Banjar Dangin Sema, Kabupaten Badung.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Undiksha menggagas Harmoni Senja, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis seni yang memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun 2026. Program ini menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam mendampingi lansia, yakni menjadikan seni sebagai media untuk menggali kembali pengalaman hidup, membangun kepercayaan diri, memperkuat interaksi sosial, sekaligus membantu lansia menemukan kembali makna dalam perjalanan hidup mereka.

Harmoni Senja mengintegrasikan dua bentuk seni yang dekat dengan kehidupan dan budaya Bali, yaitu Wayang Kehidupan dan Angklung Bali. Kedua media tersebut tidak hanya digunakan sebagai aktivitas seni, tetapi menjadi ruang bagi para lansia untuk berekspresi, berbagi cerita, mengenang pengalaman hidup, serta membangun kembali rasa kebersamaan.

Melalui Wayang Kehidupan, para lansia menciptakan tokoh wayang yang merepresentasikan perjalanan hidup mereka. Setiap tokoh menjadi bagian dari cerita personal yang kemudian dibagikan dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan. Proses tersebut menjadi ruang refleksi bagi para lansia untuk melihat kembali pengalaman, perjuangan, nilai, serta hal-hal bermakna yang telah mereka lalui sepanjang kehidupan.

Sementara itu, kegiatan Angklung Bali dilaksanakan secara kolaboratif. Para lansia belajar memainkan angklung secara bersama-sama sehingga tercipta proses interaksi yang mendorong kekompakan, kerja sama, dan kebersamaan. Aktivitas tersebut sekaligus memberikan ruang bagi para peserta untuk kembali aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan mengekspresikan diri melalui seni.

Rangkaian program Harmoni Senja telah dilaksanakan selama empat bulan dengan pendekatan participatory learning. Kegiatan diawali melalui koordinasi bersama mitra dan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 09 Juni 2026 untuk menggali kondisi serta kebutuhan kelompok lansia. Selanjutnya, program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu Harmoni Eksplorasi, Harmoni Ekspresi, dan Harmoni Kreasi.

Pada tahap Harmoni Eksplorasi yang dilaksanakan pada tanggal 02 dan 03 Juli 2026, peserta diajak mengenali kembali pengalaman dan nilai-nilai kehidupan melalui berbagai aktivitas seni. Tahap berikutnya, Harmoni Ekspresi yang dilaksanakan 5 hari mulai tanggal 19, 21, 23-24, dan 29 Juli 2026, memberikan ruang kepada lansia untuk menuangkan pengalaman dan cerita kehidupan melalui Wayang Kehidupan serta aktivitas seni lainnya. Selanjutnya, pada tahap Harmoni Kreasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2026, para peserta mengembangkan hasil eksplorasi dan ekspresi tersebut menjadi sebuah karya yang dapat ditampilkan bersama.

Puncak kegiatan Harmoni Senja yang dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2026 yaitu pertunjukan yang memadukan Wayang Kehidupan dengan iringan Angklung Bali. Pertunjukan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses, kreativitas, pengalaman, dan perjalanan hidup para lansia selama mengikuti rangkaian program. Tidak hanya menjadi pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para lansia untuk menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki kemampuan untuk berkarya, berkreasi, dan berkontribusi di lingkungan masyarakat.

Untuk mengetahui efektivitas program, tim juga melakukan evaluasi menggunakan Meaning in Life Questionnaire (MLQ) sebagai instrumen untuk melihat perubahan makna hidup sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat proses dan capaian program sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan kegiatan pendampingan lansia berbasis seni ke depannya.

Tidak berhenti pada selesainya rangkaian PKM-PM, Harmoni Senja juga menghadirkan keberlanjutan melalui pembentukan Sanggar Seni Lansia Cempaka Biru. Sanggar tersebut menjadi wadah bagi para lansia untuk terus berekspresi, berlatih seni, berinteraksi, dan menjaga keberlangsungan aktivitas bersama setelah program selesai.

Melalui Harmoni Senja, mahasiswa Undiksha menunjukkan bahwa seni dapat memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar hiburan maupun pelestarian budaya. Seni dapat menjadi ruang untuk mendengarkan cerita, merawat kebersamaan, membangun kembali rasa percaya diri, dan membantu seseorang melihat kembali nilai dari perjalanan hidupnya.

Kehadiran Harmoni Senja juga menjadi pengingat bahwa usia senja bukanlah akhir dari kesempatan untuk berkarya dan menemukan makna. Dengan terbentuknya Sanggar Seni Lansia Cempaka Biru, semangat yang telah tumbuh selama program diharapkan dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar Dangin Sema.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami