Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 6 September 2026
Erupsi Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Bali Terdampak
BERITABALI.COM, BADUNG.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 10.00 WITA, tercatat 16 penerbangan terdampak, terdiri dari pembatalan dan penyesuaian jadwal.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 penerbangan dibatalkan, sedangkan satu penerbangan mengalami keterlambatan. Dampak tersebut terjadi pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan operasional bandara secara umum masih berjalan normal meski terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, hingga pukul 10.00 WITA, terdapat lima penerbangan kedatangan yang dibatalkan. Kelima penerbangan tersebut yakni TransNusa 8B5106 rute Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS) dengan jadwal kedatangan 13.20 WITA, TransNusa 8B5104 rute CGK-DPS dengan jadwal 09.45 WITA, Indonesia AirAsia QZ808 rute CGK-DPS dengan jadwal 11.10 WITA, Indonesia AirAsia QZ806 rute CGK-DPS dengan jadwal 09.00 WITA, serta Indonesia AirAsia QZ802 rute CGK-DPS dengan jadwal 13.05 WITA.
Sementara dari sisi keberangkatan, terdapat sejumlah penerbangan yang mengalami pembatalan. Di antaranya Pelita Air IP105 rute DPS-CGK dengan jadwal keberangkatan 5 September pukul 19.30 WITA dan Garuda Indonesia GA401 rute DPS-CGK pada 6 September pukul 07.00 WITA.
Berikutnya, TransNusa 8B5105 rute DPS-CGK dengan jadwal 09.10 WITA, TransNusa 8B5101 rute DPS-CGK dengan jadwal 10.25 WITA, Indonesia AirAsia QZ809 rute DPS-CGK pukul 07.50 WITA, serta Indonesia AirAsia QZ807 rute DPS-CGK pukul 09.30 WITA juga dibatalkan.
Pembatalan lainnya meliputi Citilink QG197 rute DPS-HLP pukul 10.25 WITA, Garuda Indonesia GA407 rute DPS-CGK pukul 11.55 WITA, Citilink QG815 rute DPS-CGK pukul 10.50 WITA, serta Indonesia AirAsia QZ803 rute DPS-CGK pukul 13.35 WITA.
Selain pembatalan, Garuda Indonesia GA403 rute DPS-CGK dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WITA tercatat mengalami keterlambatan.
Dengan demikian, berdasarkan daftar penerbangan yang disampaikan manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat 16 penerbangan unik yang terdampak, yakni lima penerbangan kedatangan dan 11 penerbangan keberangkatan. Sebanyak 15 di antaranya dibatalkan dan satu penerbangan mengalami keterlambatan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Koordinasi terutama dilakukan bersama maskapai penerbangan untuk memperbarui jadwal penerbangan serta menangani calon penumpang yang terdampak dan telah berada di terminal bandara.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang penerbangan terdampak yang sudah berada di terminal.
"Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai penerbangan terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara," himbaunya,
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) sebagai pengelola bandara juga menyediakan layanan Contact Center InJourney Airports melalui nomor telepon 172 untuk mendapatkan informasi terkait layanan kebandarudaraan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3166 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 638 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman