Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 6 September 2026
Buleleng Dapat Bantuan Pertanian Rp15 Miliar, Bidik Sentra Kopi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabupaten Buleleng mendapat suntikan bantuan sarana dan bibit pertanian senilai sekitar Rp15 miliar dari Komisi IV DPR RI. Bantuan tersebut mencakup 14 unit rice transplanter, 55.000 bibit kelapa genjah, serta 1,3 juta bibit kopi unggul jenis Robusta dan Arabika.
Bantuan diserahkan langsung Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, pada Minggu (6/9), didampingi Tokoh Pemerhati Pertanian di Buleleng, Dewa Gede Sugiharto.
Wiryatama mengatakan Buleleng memiliki potensi besar di sektor pertanian. Potensi tersebut didukung luas lahan, ketersediaan tenaga kerja serta karakter petani yang dinilai rajin.
Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu dioptimalkan agar sektor pertanian mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani.
“Kami harap bantuan ini dipergunakan dengan baik, sehingga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya petani di Buleleng dan Bali umumnya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan 14 unit rice transplanter akan disalurkan kepada kelompok subak. Alat tersebut diharapkan dapat membantu sekaligus mempermudah petani dalam proses penanaman padi.
Selain bantuan alat mesin pertanian, Buleleng juga menerima 1,3 juta bibit kopi unggul Robusta dan Arabika. Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana melakukan penanaman secara serentak pada November dan Desember 2026.
Waktu penanaman tersebut dipilih karena bertepatan dengan musim hujan. Dengan demikian, kebutuhan air bagi bibit kopi dapat lebih terjamin sekaligus mengurangi risiko tanaman mati akibat kekeringan.
Sejumlah wilayah yang dinilai potensial untuk pengembangan kopi antara lain Desa Wanagiri, Gobleg, Munduk, Gesing dan Bestala.
Pengembangan tersebut ditargetkan mampu mendorong Buleleng memiliki sentra produksi kopi dengan luasan mencapai sekitar 1.370 hektare. Sementara untuk 55.000 bibit kelapa genjah, Pemkab Buleleng akan menyalurkannya kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
"Kalau untun kelapanya, akan kami serahkan ke kelompok-kelompok tani di Desa Menyali, Jagaraga dan Kerobokan," ucap Sutjidra.
Tak hanya kopi dan kelapa, Sutjidra menyebut Buleleng juga memperoleh program khusus dari pemerintah pusat untuk mengembangkan empat komoditas pertanian, yakni manggis, durian, bawang merah dan sayur-sayuran.
Program tersebut direncanakan berlangsung hingga 2029. Pengembangan berbagai komoditas ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan mulai dari tingkat lokal, regional hingga nasional.
Di sisi lain, Sutjidra mengakui kebutuhan alat dan mesin pertanian atau alsintan di Buleleng masih cukup banyak. Pemerintah daerah akan berupaya menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pemerintah pusat, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
"Kebutuhan dan aspirasi dari petani akan selalu kami komunikasikan dengan pusat, karena anggaran kita juga sangat terbatas. Jadi komunikasi ini sangat penting, sehingga aspirasi dari masyarakat bisa kita salurkan, khususnya di bidang pertanian," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3166 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 638 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman