Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
10 Kasus Rabies Muncul di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Di tengah ancaman penyebaran virus Corona, kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Karangasem kembali terjadi. Tercatat ada 10 kasus gigitan anjing rabies yang terjadi di Bumi Lahar sepanjang tahun 2021 ini.
Yang teranyar, dalam seminggu terakhir ada dua kasus gigitan terjadi di wilayah Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
"Ya dalam seminggu ini di wilayah desa kami sudah ada dua kasus gigitan anjing, dan setelah sampel otak anjing tersebut diambil hasilnya positif rabies," kata Perbekel Desa Rendang, I Wayan Kariasa pada Sabtu pagi (10/04/2021).
Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, drh. Wayan Kepeng mengungkapkan, setelah hasil lab sampel otak dari anjing yang menggigit tersebut keluar dan dinyatakan positif, Dinas Pertanian sudah langsung mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan suntikan VAR kepada korban gigitan.
"Begitu hasil lab keluar dan dinyatakan positif rabies, dari Dinas sudah langsung mengeluarkan rekomendasi kepada korban gigitan untuk disuntik VAR," ujarnya.
Ia juga mengatakan, diawal tahun 2021 ini, sudah ada 10 kasus gigitan positif rabies di Kabupaten Karangasem. Bahkan peningkatan kasus gigitan terjadi pada bulan April 2021 ini. Peningkatan kasus gigitan terjadi di desa - desa yang bukan termasuk di dalam desa prioritas vaksinasi rabies.
"Ini karena pada tahun 2019-2020 vaksinasi hanya dilakukan di desa prioritas saja. Nah yang saat ini muncul kasus rabies berada di desa yang tidak termasuk ke dalam desa prioritas tersebut," terangnya.
Di Kabupaten Karangasem, dari 78 Desa/ Kelurahan yang ada sebanyak 27 Desa masuk kedalam kategori Desa Prioritas vaksin rabies. Dinyatakan sebagai Desa prioritas karena diwilayah tersebut rutin terjadi gigitan rabies sedangkan yang bukan termasuk didalam prioritas kendati terjadi kasus gigitan tetapi tidak positif rabies.
Untuk tindakan yang diambil pasca kasus gigitan positif rabies, pihaknya mengaku telah turun melaksanakan emergency vaksin dilingkungan kasus gigitan tersebut. Dikatakan emergency vaksin karena vaksinasi dilaksanakan diluar jadwal vaksinasi massal.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3842 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun