Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
10 Pemuda di Jembrana Diciduk dari Aksi Balap Liar di Pantai
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jajaran Polres Jembrana berhasil mengamankan sejumlah pelaku aksi trek-trekan yang beraksi di pinggir pantai dan jalan raya perkotaan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Sebanyak 10 motor yang digunakan untuk trek-trekan dan belasan pelaku yang masih pelajar diamankan polisi untuk pembinaan.
Menurut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa Senin (11/10/2021) mengatakan, Polres Jembrana dan jajaran Polsek mendatangi sejumlah tempat yang sering digunakan untuk trek-trekan.
"Kami terjunkan personel polres dan polsek serentak agar melakukan patroli, karena laporan dari masyarakat tentang adanya aksi balapan liar di Wilayah hukum Polres Jembrana," terang Kapolres I Ketut Gede Adi Wibawa.
Selain menjalankan giat patroli, juga mencegah kegiatan balap liar yang meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Giat tersebut berhasil mengamankan 10 pemuda beserta 6 motornya yang digunakan balapan liar.
Kapolres Jembrana juga menambahkan, untuk mencegah aksi trek-trekan tersebut pihaknya melakukan giat patroli rutin di lokasi yang biasa menjadi tempat trek-trekan. Selain itu pihaknya juga mendatangi bengkel motor untuk sosialisasi agar jangan menerima pemasangan knalpot brong.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun