Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
24 Orang Tewas Tersambar Petir di India
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 24 orang meninggal dunia karena tersambar petir, sementara 23 orang mengalami luka-luka karena insiden terkait dengan hujan deras di Gujarat, India.
Gujarat dilanda hujan deras sejak dua hari belakangan dan masih berlangsung hingga Senin (27/11) pagi.
Bukan hanya hujan lebat yang turun di negara bagian India tersebut, menurut data pemerintah badai petir dan hujan es juga terjadi di Gujarat. Di beberapa tempat, curah hujan mencapai 144 milimeter dalam 24 jam.
Selain korban meninggal dan luka-luka, hujan juga menyebabkan kerusakan rumah-rumah dan ternak hilang.
"Kami akan memulai survei secepatnya untuk mengecek kehilangan yang terjadi," ujar Menteri Pertanian Gujarat Raghavij Patel, Senin (27/11), dikutip dari Reuters.
Patel juga menambahkan bakal memberi kompensasi kepada para korban berdasarkan hasil pengecekan tersebut.
Departemen Meteorologi India (IMD) memperkirakan hujan akan terus berlanjut di beberapa bagian Gujarat pada Senin.
Gujarat sebelumnya juga pernah dilanda bencana alam terkait hujan. Pada Agustus 2020, terdapat 14 orang tewas dalam dua hari dalam berbagai insiden hujan lebat dan banjir.
Sementara 31 orang tewass pada Agustus 2019 juga karena insiden terkait hujan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3953 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1377 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 931 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 858 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun