Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
30 Insinyur India Survey Lokasi Bandara Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
30 orang insinyur asal India saat ini sedang melakukan survey di Buleleng Bali untuk mencari lokasi pembangunan bandara baru. Survey ini diharapkan selesai dalam waktu 3 bulan.
[pilihan-redaksi]
"Saat ini 30 insinyur dari India sedang melakukan survey di wilayah Buleleng. Mereka akan mencari titik titik lokasi yang paling cocok untuk dibangun bandara. Jadi biarkan mereka bekerja dulu," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik di Kuta (14/4/2011).
Survey yang dilakukan para insinyur India, kata Wacik, ini untuk mencari lokasi yang paling tepat untuk pembangunan bandara dengan kriteria aman jauh dari pegunungan, aman untuk jangka waktu 100 hingga 200 tahun ke depan, dan beberapa pertimbangan teknis lainnya.
"Membangun bandara ini tidak bisa main-main, sekali bangun untuk 100 hingga 200 tahun ke depan. Jadi tidak bisa didasarkan atas pertimbangan kepentingan kelompok tertentu seperti kelompok pemilik tanah," ujar Wacik.
Survey lokasi bandara baru di Buleleng ini, kata Jero Wacik, harus selesai dalam waktu 3 bulan. Setelah itu akan diputuskan di wilayah mana bandara baru Buleleng akan dibangun nantinya.
"Bandara baru di Buleleng ini diharapkan sudah selesai dibangun dan bisa didarati pesawat pada tahun 2014. Investornya kita sudah ada, yakni dari India. Pembangunannya akan menghabiskan biaya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 trilyun," ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 572 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 445 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 435 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan