Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Pegawai Peternakan Ayam Bunuh ‘Supervisor’

Rabu, 21 Oktober 2009, 17:29 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

4 orang pegawai peternakan ayam di Bangli nekat menghabisi rekan kerjanya di Pantai Lebih Gianyar. Pembunuhan ini dilakukan karena pelaku sakit hati sering diintimidasi korban. 

Kasus pembunuhan yang menimpa I Ketut Arsana (33) asal Susut, Bangli, akhirnya terkuak.


Empat pelaku yang melakukan pembunuhan tersebut sudah dibekuk. Jajaran kepolisian Gianyar telah melakukan pra rekonstruksi pembunuhan korban di Pantai Lebih, Rabu (21/10).

Dari hasil pra rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Dewa Adnyana terungkap kalau empat orang tersangka yakni Komang Rastika (17) asal Kintamani, I Ketut Patra (17) asal Tulamben, Karangasem, I Nengah Widhi (17) asal Tulamben Karangasem dan I Ketut Merta (23) asal Tulamben.

Para tersangka menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati. Sakit hati ini berawal dari pelaku dan korban sama–sama bekerja di peternakan ayam milik I Ketut Sarda, Banjar Susut, Bangli.

Korban merupakan pengawas di peternakan tersebut, sedangkan pelaku lainnya merupakan karyawan biasa.

Di sinilah muncul perselisihan, dimana keempat pelaku tersebut tidak senang dengan korban yang dianggap terlalu mengintimidasi mereka hingga muncul kebencian para pelaku.

Pada tanggal 10 Oktober 2009, di belakang kandang para tersangka sepakat untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Serang tersangka, Merta alias Kotol kemudian membuat janji dengan korban di pantai Lebih.

Niat jahat dari Kotol dan kawan kawan tak diendus oleh korban, hingga korban mengiyakan dan bertemu di Pantai Lebih.

Begitu korban datang keempat pelaku mengajak korban jalan lagi ke arah Timur, hingga sampai disebelah Timur bebatuan, nyawa korban dihabisi dengan cara dipukul, lehernya dicek dengan baju kemudian mayat korban dibuang ke laut dalam keadaan hidup.

Kemudian pada tanggal 13 Oktober tepatnya pada hari Penampahan Galungan, mayat korban ditemukan terapung di Pantai Lebih, Gianyar.

Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa membenarkan pembunuhan ini. Motif utama pembunuhan karena sakit hati.

Murni karena sakit hati, hingga korban dibunuh, ungkapnya. Penguakan kasus ini, sambung Kapolres tak terlepaskan atas kerjasama Polres Bangli dan Gianyar.

Kami sama sama membentuk tim, akhirnya kami dapat membekuk pelaku, ujarnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/art



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami