Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
9 Kecamatan Adu Kreasi Lawar di HUT ke-422 Kota Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Suasana halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng tampak semarak pada Minggu (29/3) pagi. Sebanyak sembilan kecamatan di Buleleng ambil bagian dalam lomba ngelawar yang digelar sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja.
Lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita ini menjadi ajang pelestarian tradisi kuliner khas Buleleng. Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya daerah.
“Lomba ini kita gelar untuk melestarikan tradisi ngelawar di Kabupaten Buleleng. Lawar yang dibuat harus sesuai pakem khas Buleleng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap peserta wajib mengikuti aturan, mulai dari penggunaan bumbu hingga perlengkapan memasak. Penilaian pun dilakukan secara menyeluruh oleh tiga dewan juri, sejak tahap persiapan hingga penyajian akhir.
“Penilaian dimulai dari persiapan, proses pembuatan, sampai penyajian. Semua harus sesuai aturan yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Sementara Sekda Buleleng, Gede Suyasa yang juga menjadi salah satu juri dalam lomba mengatakan, ada tiga aspek utama dalam penilaian lomba ini. Pertama, terkait persiapan dan kebersihan dengan bobot 20 persen. "Kami lihat kelengkapan alat, kebersihan, sampai kesiapan peserta saat memasak,” jelasnya.
Aspek kedua adalah proses pembuatan lawar, mulai dari teknik mengolah bahan, menjaga kebersihan, hingga kerja sama tim. “Bagaimana mereka mengolah bahan, cara memasak, sampai kekompakan tim itu sangat berpengaruh,” tambahnya.
Sedangkan aspek ketiga adalah penyajian dan rasa dengan bobot penilaian terbesar, yakni 40 persen. “Sebagus apa pun prosesnya, kalau penyajian tidak menarik dan rasanya kurang enak, tentu nilainya akan turun,” tegas Suyasa.
Baca juga:
Rai Mantra Tinjau Lomba Lawar
Dalam lomba ini, peserta harus mengolah bahan yang telah disediakan, berupa 1,5 kilogram daging babi, 1,5 kilogram balung, serta 1,5 kilogram kulit babi, dengan waktu pengerjaan selama dua jam.
Suyasa menekankan, lawar khas Buleleng memiliki ciri tersendiri. Seperti potongan bahan yang cenderung besar dan bumbu yang kuat serta memiliki cita rasa pedas.
“Ciri khasnya itu potongan bahan seperti kacang, nangka, dan kulit dibuat agak besar, dengan bumbu yang kuat. Bahkan untuk lawar getih, pengolahannya harus disiram minyak panas agar lebih higienis,” jelasnya.
Melalui lomba ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai kuliner tradisional khas Buleleng yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3855 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang