Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Ahli 'Ramal' Gempa Lebih Besar Akan Hantam Timur Tengah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang ahli gempa Jepang meyakini bahwa gempa bumi yang lebih besar akan kembali muncul di Timur Tengah. Prediksi ini muncul setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 menghantam Turki dan Suriah awal pekan ini.
Hal ini disampaikan oleh Yagi Yoji, profesor seismologi dan pakar patahan di Universitas Tsukuba. Ia mengatakan prediksinya melalui sebuah artikel dan wawancara dengan media lokal.
Menurutnya, ada beberapa patahan di dekat episentrum gempa ini di mana lempeng Anatolia timur laut bertemu dengan lempeng Arab, dan ini mengarah pada pembentukan struktur tektonik yang kompleks di antara mereka. Hal tersebut bisa menimbulkan gempa yang lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi di Turki dan Suriah.
"Stres terakumulasi dan ketika mencapai puncak ketegangan, lempeng-lempeng ini bertabrakan satu sama lain, melepaskan energi besar yang menyebabkan pergeseran lapisan bumi, yang menyebabkan gempa bumi," papar Yagi, dilansir Arab News, Rabu (8/2/2023).
Dia mencatat bahwa pada Januari 2020, gempa berkekuatan M 6,7 terjadi di dekat Patahan Anatolia Timur dan banyak orang meninggal akibat bangunan runtuh.
Pada 1939, gempa berkekuatan M 7,8 terjadi di Erzincan timur, menewaskan lebih dari 30.000 orang. Ada juga gempa bumi lain yang menewaskan sekitar 17.000 orang.
Menurut analisis yang dilakukan oleh US Geological Survey, kedalaman pusat gempa pertama berkekuatan M 7,8 pada hari Senin lalu adalah 17,9 kilometer di bawah permukaan bumi. Sementara kedalaman pusat gempa kedua berkekuatan M 7,5 pada berada 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Karena kedua gempa tersebut terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal, bumi berguncang keras di dekat pusat gempa dan menyebabkan kehancuran di wilayah yang luas.
Adapun, korban jiwa akibat gempa Turki dan Suriah tersebut telah mencapai lebih dari 7.800 orang.
Berdasarkan keterangan Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, korban tewas di negaranya telah mencapai 5.894 orang dan lebih dari 34.000 lainnya luka-luka.
Sementara itu, korban tewas di Suriah tercatat sebanyak 1.932 orang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2023 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1864 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1380 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1258 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah