Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Air Laut Meluber Hingga Masuk ke Parkiran Pantai Lebih dan Siyut
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Air laut masuk ke parkiran Pantai Lebih dan Pantai Siyut. Kejadian itu langsung mendapat penanganan petugas Polsek Gianyar.
Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Putra Astawa menyatakan kejadian itu telah diantisipasi Anggota Polsek Gianyar dipimpin Padal Aiptu I Wayan Sumetra, S.H, yang sudah melaksanakan patroli seputaran beat bawah, di Jalan Prof.I.B.Mantra.
“Serta pemantauan di dua lokasi yaitu ke Pantai Siyut dan Pantai Lebih Kecamatan Gianyar,” ujarnya.
Pemantauan Situasi di seputaran, Pantai Lebih, situasi terkini ombak cukup besar, air meluber sampai ke parkiran dan air tergenang sampai masuk ke lapak/warung, sehingga warung disekitar parkiran di tutup dan tidak ada masyarakat yang datang berkunjung ke Pantai lebih.
Di Pantai Siyut ombak cukup besar, sampai saat ini tidak ditemukan masyarakat beraktivitas berjemur maupun memancing di pantai.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Personel Polsek Gianyar mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat/beraktivitas di sekitar pantai mengingat cuaca ekstrim, ombak besar disertai angin bertiup kencang.
“Situasi sampai saat ini masih situasi masih kondusif dan arus lalu lintas berjalan lancar,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3843 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun