Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 3 Agustus 2026
Akademisi Indonesia-Jepang Teliti Sistem Subak di Gianyar
Jumat, 19 Agustus 2016,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Subak di Kabubaten Gianyar kembali mendapat perhatian serius. Beberapa Akademisi yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia serta Universitas Kyoto, Jepang yang tergabung dalam kegiatan Bali International Field School (BIFS) 2016 mengadakan penelitian terhadap sistem pengelolaan subak di Kabupaten Gianyar.
Mereka akan berusaha menelaah bagaimana keberlanjutan subak di Kabupaten Gianyar. Mengingat Subak Di Gianyar sudah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO.
Hal tersebut terungkap saat pembukaan BIFS di Puri Agung Gianyar, (18/8) yang diterima langsung oleh Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata beserta para ahli budaya Kabupaten Gianyar.
Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia Hasim Djojohadikusumo mengatakan, ini merupakan kali kedua melakukan penelitian subak Kabupaten Gianyar. Adapun penelitian sistem subak diadakan selama kurang lebih satu minggu, mulai rabu (17/8) kemarin dan berakhir pada senin (22/8) nanti di Nyuh Kuning, Ubud. Dia mengharapkan seluruh peserta mendapat pengalaman yang berharga selama penelitian.
”Dengan keberagaman budaya, dan karakter masyarakat yang bersahabat, semoga kalian dapat memetik sesuatu yang bermakna,”ucapnya.
Hasim berharap kerjasama ini dapat terjalin secara berkesinambungan agar kedepannya subak dapat lebih bermanfaat mengingat air merupakan sumber kehidupan masyarakat.
Bupati Gianyar Anak Agung Bharata mengatakan, sebuah kehormatan bagi Pemkab. Gianyar telah dipercaya menjadi tuan rumah BIFS 2016. Ini merupakan kesempatan besar untuk membangun hubungan dari sisi budaya antar negara yang berpartisipasi.”Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab. Gianyar untuk menjaga warisan pusaka budaya yang dimiliki Kabupaten Gianyar,”ucapnya.
Bupati Bharata berharap, penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sistem subak sejauh ini. Sebab, seiring perkembangan jaman, peninggalan sejarah seni dan budaya mengalami ancaman, yang salah satunya dari vandalisme. ”Saya harap, melalui BIFS dapat gugah kesadaran masyarakat akan keberadaan system irigasi di Bali yang dijiwai oleh konsep Tri Hita Karana,”ucapnya.[bbn/rls/psk]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 344 Kali
02
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 291 Kali
03
04
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 221 Kali
05
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026