Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Akses Subak Labak Desa Sidan Gianyar Dibeton untuk Pertanian dan Pariwisata
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Akses di subak Labak, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar diperkuat dengan beton. Dengan penguatan itu, jalur pertanian akan lancar.
Perbekel Sidan, Made Sukra Suyasa menyatakan jalur itu bantuan Padat Karya dari Kementerian Tenaga Kerja sepanjang 300 meter.
“Tujuan jalan setapak, akses sarana produksi, traktor, hasil produksi untuk menunjang desa wisata Sidan,” ujar Suyasa.
Dikatakan, jalur itu sekalian menjadi pendukung objek wisata Kissidan Eco Hill yang dikelola Bumdes Sidan. ”Pengerjaan diharapkan seminggu ini rampung 100 meter. Kemudian dilanjutkan tahun depan,” terangnya.
Perbekel Sidan mengucapkan terimakasih kepada Kementrian, Bupati Gianyar dan Kadis Tenaga Kerja Gianyar. “Karena beliau sudah memfasilitasi sehingga akses kami mudah dilewati dan menjadi penunjang wisata,” ujarnya.
Pihaknya berharap, bisa mensejahterakan desa Sidan. Masyarakat juga diminta bahu membahu membangun Sidan.
Dikatakan lebih lanjut, usai pandemi, pihaknya mengubah pertanian organik. “Bonusnya wisata. Display di Kissidan Eco Hill. Kami sudah dikunjungi menteri dan berbagai elemen pemerintahan. Pariwisata asing dan domestik mulai masuk ke Sidan. Kami harap Sidan terus berkembang,” tutupnya
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3295 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 672 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun