Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Kunjungan ke GWK Turun 20 Persen
BERITABALI.COM, BADUNG.
MANGUPURA — Jumlah kunjungan wisatawan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park pada semester pertama hingga Juli 2026 mencapai sekitar 3.000 orang per hari. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengatakan penurunan kunjungan terutama terjadi pada wisatawan domestik. Salah satu faktor yang diperkirakan memengaruhi kondisi tersebut adalah tingginya harga tiket pesawat.
"Semester pertama sampai bulan Juli 2026 tingkat kunjungan kami (GWK) harian kurang lebih, 3.000 orang perhari sedangkan di akhir Juni dan Juli sempat melonjak sedikit 3.500 sampai 4.000 orang penggunjung,"jelasnya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Rossie, tingginya harga tiket pesawat turut memengaruhi arus wisatawan ke Bali sehingga berdampak terhadap jumlah kunjungan ke GWK.
"Dibanding tahun sebelumnya agak sedikit turun akan tetapi, tidak terlalu besar.Kita tau tiket pesawat melonjak tinggi tentu itu ada pengaruhnya. Yang jika dipersentasekan mencapai penurunan sebesar 20%," ujarnya.
Meski terjadi penurunan, wisatawan domestik masih menjadi kelompok pengunjung yang mendominasi kunjungan ke GWK. Sementara dari pasar mancanegara, wisatawan Australia, India, Korea, dan Cina turut memberikan kontribusi.
"Kunjungan masih didominasi wisatawan domestik sedangkan wisatawan asing masih didominasi wisatawan Australia, India, Korean dan Cina," ucapnya.
Baca juga:
29 Januari Hari Arak Bali Dipusatkan di GWK
Kondisi tersebut membuat GWK terus mencari strategi untuk menjaga tingkat kunjungan, khususnya dari wisatawan domestik.
Salah satu upaya yang dilakukan GWK adalah mengundang sekolah negeri mulai tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA) dari seluruh Bali.
Program tersebut menyasar pelajar yang belum berkesempatan mengunjungi GWK Cultural Park. Selain memperkenalkan GWK kepada generasi muda Bali, program tersebut juga diharapkan membantu menjaga jumlah kunjungan.
"Melihat belum semua masyarakat Bali sempat berkunjung ke GWK ini maka, dengan memberi harga khusus untuk selolah-seklolah di Bali, bahkan untuk sekolah dasar di Bali boleh mendaftar untuk berkunjung ke GWK Free, tentunya dengan by slot.Misal, kita sampai Oktober sudah tutup karena, telah full.Ternyata responnya cukup baik. Kita berharap tidak di Bali Selatan saja, dan kita berharap dari Bali Barat, Timur dapat berkunjung ke GWK," paparnya.
Rossie mengatakan respons terhadap program tersebut cukup baik. Bahkan, slot kunjungan sekolah hingga Oktober 2026 telah penuh.
GWK berharap kunjungan tidak hanya berasal dari kawasan Bali Selatan, tetapi juga dari Bali Barat dan Bali Timur sehingga semakin banyak pelajar di Bali yang mengenal kawasan wisata budaya tersebut.
Memasuki Agustus 2026, GWK memprediksi jumlah kunjungan masih berada di kisaran 3.000 hingga 3.500 orang per hari.
Proyeksi tersebut diharapkan dapat dipertahankan meskipun tantangan harga tiket pesawat dan kondisi pasar wisata domestik masih menjadi perhatian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5474 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3471 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2305 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1101 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan