Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Anak Pedagang Ayam Panggang di Tabanan Lolos Jadi Polisi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ni Kadek Armini, (40) mungkin tidak menyangka jika anaknya, Pande Putu Gede Bashu Dewa, (18) berhasil lolos menjadi calon siswa Polisi Tugas Umum (PTU) pada penerimaan anggota Polri tahun 2022.
Perempuan asal Banjar Kamasan, Dajan Peken, Tabanan berharap agar anaknya bisa mengabdi dengan baik dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.
Armini sehari-hari berjualan ayam panggang untuk kepentingan upacara agama. Selain itu, Ia juga mengasuh dua anaknya seorang diri karena suaminya meninggal dunia beberapa tahun silam.
"Kami sangat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, anak saya bisa bisa lulus dan terpilih menjadi calon siswa PTU,” ujarnya.
Armini juga mengucapkan terima kasih pada pihak kepolisian karena selama mengikui tes, anaknya tidak menemui kesulitan.
“Apalagi soal biaya, tidak dipungut sepeserpun,” ujarnya.
Sementara dari Pande Putu Gede Bashu Dewa tidak menyangka akan lolos sebagai anggota Polri. Ia hanya pasrah dan modal nekat serta mempersiapkan diri dengan maksimal.
“Untuk proses selanjutnya saya siap mengikuti dengan disiplin,” katanya.
Kasubag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia mengatakan, saat ini Polri telah menerapkan sistem "BETAH" atau Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis dalam penerimaan anggota Polri.
“Apalagi, Pande Putu Gede Bashu Dewa telah memiliki cita-cita menjadi polisi sejak SMP,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 3879 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3412 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2033 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan