Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Anjing Misterius Gigit 18 Warga Banyuning, Satu Alami Luka Robek
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 18 warga di Jalan Pulau Samosir dan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, menjadi korban gigitan anjing yang menyerang secara tiba-tiba pada Kamis (23/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA dan sempat membuat warga panik karena serangan berlangsung secara acak di lingkungan permukiman.
Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengatakan dari total korban, sebanyak 17 orang telah mendapat penanganan di puskesmas, sementara satu korban dirujuk ke rumah sakit akibat luka robek di bagian kaki. “Semua korban sudah mendapatkan vaksinasi sebagai langkah penanganan awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anjing tersebut memiliki ciri-ciri berukuran kecil, berwarna krem, dan berekor pendek. Hewan itu menyerang tanpa pola, menyasar warga yang sedang berjalan kaki, berkumpul, hingga mengendarai sepeda motor.
Serangan yang terjadi mendadak membuat warga tidak sempat mendokumentasikan keberadaan anjing tersebut. Namun, warga menduga anjing itu merupakan hewan peliharaan jenis ras yang terlepas.
"Kemungkinan itu anjing peliharaan, yang lepas. Kemudian anjing itu panik, tidak mengenal lingkungan sekitar sehingga bersikap agresif," jelas Mahendra.
Saat ini, pihak kelurahan bersama aparat terkait masih melakukan penelusuran untuk menemukan anjing tersebut guna memastikan apakah terjangkit rabies atau tidak.
"Anjingnya masih kami cari. Penelusuran terus kami lakukan, bekerjasama dengan Kepala Lingkungan dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan," terangnya.
Mahendra juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara hewan, khususnya anjing. Ia menyebut masih banyak warga yang membiarkan anjing berkeliaran bahkan membuang anak anjing secara sembarangan.
"Kalau anjingnya beranak, terus anaknya itu betina, biasanya dibuang di bak sampah. Ini sangat berpotensi terjadi penularan rabies. Kami harap kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab memelihara hewan peliharaannya, utamanya anjing. Tidak diliarkan dan harus rutin divaksin," katanya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat anjing yang menyerang belasan warga tersebut hingga kini belum ditemukan dan dikhawatirkan masih berkeliaran di sekitar permukiman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3855 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang