Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Anjing Misterius Gigit 18 Warga Banyuning, Satu Alami Luka Robek
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 18 warga di Jalan Pulau Samosir dan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, menjadi korban gigitan anjing yang menyerang secara tiba-tiba pada Kamis (23/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA dan sempat membuat warga panik karena serangan berlangsung secara acak di lingkungan permukiman.
Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengatakan dari total korban, sebanyak 17 orang telah mendapat penanganan di puskesmas, sementara satu korban dirujuk ke rumah sakit akibat luka robek di bagian kaki. “Semua korban sudah mendapatkan vaksinasi sebagai langkah penanganan awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anjing tersebut memiliki ciri-ciri berukuran kecil, berwarna krem, dan berekor pendek. Hewan itu menyerang tanpa pola, menyasar warga yang sedang berjalan kaki, berkumpul, hingga mengendarai sepeda motor.
Serangan yang terjadi mendadak membuat warga tidak sempat mendokumentasikan keberadaan anjing tersebut. Namun, warga menduga anjing itu merupakan hewan peliharaan jenis ras yang terlepas.
"Kemungkinan itu anjing peliharaan, yang lepas. Kemudian anjing itu panik, tidak mengenal lingkungan sekitar sehingga bersikap agresif," jelas Mahendra.
Saat ini, pihak kelurahan bersama aparat terkait masih melakukan penelusuran untuk menemukan anjing tersebut guna memastikan apakah terjangkit rabies atau tidak.
"Anjingnya masih kami cari. Penelusuran terus kami lakukan, bekerjasama dengan Kepala Lingkungan dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan," terangnya.
Mahendra juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara hewan, khususnya anjing. Ia menyebut masih banyak warga yang membiarkan anjing berkeliaran bahkan membuang anak anjing secara sembarangan.
"Kalau anjingnya beranak, terus anaknya itu betina, biasanya dibuang di bak sampah. Ini sangat berpotensi terjadi penularan rabies. Kami harap kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab memelihara hewan peliharaannya, utamanya anjing. Tidak diliarkan dan harus rutin divaksin," katanya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat anjing yang menyerang belasan warga tersebut hingga kini belum ditemukan dan dikhawatirkan masih berkeliaran di sekitar permukiman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan