Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Antrabez Rilis “Bali Menyepi”, Lagu Reflektif Sambut Nyepi

Rabu, 18 Maret 2026, 12:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Antrabez Rilis Bali Menyepi, Lagu Reflektif Sambut Nyepi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Antrabez Band menghadirkan karya terbaru berjudul “Bali Menyepi”, sebuah lagu yang lahir dari perenungan dan keheningan yang menjadi ciri khas perayaan Nyepi di Bali.

Lagu ini dirilis sebagai bentuk refleksi spiritual, menggambarkan hubungan manusia dengan alam semesta saat Pulau Dewata memasuki momen hening tanpa aktivitas.

Pencipta lagu sekaligus penulis lirik, Octav Sicilia menyampaikan bahwa karya ini mencoba menangkap suasana Bali yang terbebas dari hiruk-pikuk kehidupan modern.

"Lewat lirik-lirik yang jujur dan kontemplatif, Antrabez menggambarkan kontras antara dunia yang “tersiksa oleh ego” dan Bali yang menemukan kembali kesunyian sucinya," jelas pencipta lagu dan lirik Antrabez, Octav Sicilia, Senin (16/3/2026) di Lapas Kerobokan, Badung.

Lagu ini juga menghadirkan nuansa mendalam melalui lirik yang menggambarkan pelepasan dari kebisingan, baik secara fisik maupun batin.

"Nuansa lagu ini berjalan pelan namun dalam, menghadirkan ruang untuk merenung," ucapnya.

Pengulangan lirik “Bali ku menyepi, Bali ku sendiri” menjadi simbol kemandirian spiritual, di mana manusia dan alam saling terhubung dalam keheningan.

Lebih jauh, lagu ini juga mengangkat nilai-nilai utama Nyepi melalui konsep Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan, dan Amati Lelungan.

"ANTRABEZ juga meresapi nilai utama Nyepi melalui empat prinsip Catur Brata Penyepian yang tersurat dalam lirik, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan, Amati Lelungan sebuah ajakan untuk berhenti, mengamati, dan kembali menyelaraskan diri dengan semesta," paparnya.

Pada bagian akhir, lagu ini menghadirkan gambaran Bali yang damai dan penuh harapan, sebagai simbol kebangkitan setelah keheningan.

"Dengan “Bali Menyepi”, ANTRABEZ mengajak pendengar untuk tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga mengalami keheningan, merayakan Nyepi sebagai ruang refleksi, dan memaknai kembali hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas", jelasnya.

Lagu “Bali Menyepi” dijadwalkan rilis di berbagai platform digital pada 13 Maret 2026, menjelang perayaan Nyepi.

"Sebagai soundtrack sunyi bagi Bali dan siapa pun yang ingin belajar diam sejenak di tengah dunia yang terus berisik," ucap Octav.

Antrabez Band digawangi oleh sejumlah musisi, di antaranya I Wayan Kariasa (vokal), Made Bawa Lolot (gitar), Rian Paulus Situmorang (piano), Renon Ferdian (bass & synth), Shofan Kusuma Firdaus (perkusi), Fendi Eko Prasetyo (flute), serta Putu Eka Wira pada proses studio rekaman di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami