Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Antropolog Prancis Bahas Posisi Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT G20
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Antropolog asal Prancis, Jean Couteau membahas posisi Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20.
Ia menilai pertemuan internasional ini bisa memberikan manfaat dan poin lebih karena sebagai tuan rumah, Indonesia berhak menentukan tema dan agenda konferensi.
"Indonesia perlu menonjolkan kelebihan nilai-nilai yang dimiliki, terutama nilai yang terkandung di dalam dasar negara Pancasila. Indonesia dalam posisi ideal untuk memainkan perannya dalam tataran global," kata Couteau dalam keterangan pers diterima, Minggu (6/11/2022).
Dia menilai, sejumlah indikator yang dimiliki Indonesia diyakini sudah layak untuk memimpin, KTT G20 yang akan dihelat di Bali pekan depan. Kriteria tersebut, seperti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, nyaris tidak adanya kekerasan politik dibanding negara lain, hingga hubungan antar agama yang harmonis.
"Hal-hal itu bisa ditawarkan sebagai model ko-eksistensi (kehidupan bersamaan) dalam tataran global. Di Indonesia praktiknya lebih menonjolkan nilai kebersamaan daripada perbedaan. Semuanya terkandung di Pancasila, rumus yang bersifat lintas bangsa," ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini.
Couteau menyatakan, Indonesia sukses mencegah dan menangani kekerasan-kekerasan yang berbau identitas, terutama agama dan etnis. Hal itu membuat Indonesia luput dari kristalisasi agama dan paham nasionalisme sempit yang menjadi akar konflik di berbagai negara.
"Politik dan nilai-nilai identitas di Indonesia bisa dibilang moderat. Cara mengelola kompleksitas keindonesiaan cukup baik dan berhasil," kata pria kelahiran Clisson, Prancis ini.
Couteau mendorong, pemerintah Indonesia bisa lebih berani memperlihatkan jati diri dan berperan di level global agar dunia bisa mengambil nilai-nilai terbaik. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga, dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki beragam etnis.
"Seharusnya Indonesia bisa menjadi panutan dunia," kata pria yang sudah puluhan tahun menetap dan banyak menulis buku soal Bali itu.
Senada dengan itu, Koordinator Staf Khusus Presiden (SKP) Ari Dwipayana menambahkan bahwa dalam konstelasi global yang dibutuhkan adalah peran para pemimpin dunia untuk menekan ego untuk bersama mengatasi resesi dunia.
"Presidensi G20 menjadikan Indonesia terdepan untuk menyelesaikannya," kata Ari.
Menurut Ari, posisi presidensi diwarnai oleh situasi dinamika dunia yang tengah bergejolak. Mulai dari situasi global yang fluktuatif pasca pandemi, gangguan geopolitik, resesi ekonomi, bahkan termasuk perang Rusia dan Ukraina. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1496 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1129 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 975 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 862 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik