Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Antropolog Prancis Bahas Posisi Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT G20
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Antropolog asal Prancis, Jean Couteau membahas posisi Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20.
Ia menilai pertemuan internasional ini bisa memberikan manfaat dan poin lebih karena sebagai tuan rumah, Indonesia berhak menentukan tema dan agenda konferensi.
"Indonesia perlu menonjolkan kelebihan nilai-nilai yang dimiliki, terutama nilai yang terkandung di dalam dasar negara Pancasila. Indonesia dalam posisi ideal untuk memainkan perannya dalam tataran global," kata Couteau dalam keterangan pers diterima, Minggu (6/11/2022).
Dia menilai, sejumlah indikator yang dimiliki Indonesia diyakini sudah layak untuk memimpin, KTT G20 yang akan dihelat di Bali pekan depan. Kriteria tersebut, seperti pertumbuhan ekonomi yang signifikan, nyaris tidak adanya kekerasan politik dibanding negara lain, hingga hubungan antar agama yang harmonis.
"Hal-hal itu bisa ditawarkan sebagai model ko-eksistensi (kehidupan bersamaan) dalam tataran global. Di Indonesia praktiknya lebih menonjolkan nilai kebersamaan daripada perbedaan. Semuanya terkandung di Pancasila, rumus yang bersifat lintas bangsa," ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini.
Couteau menyatakan, Indonesia sukses mencegah dan menangani kekerasan-kekerasan yang berbau identitas, terutama agama dan etnis. Hal itu membuat Indonesia luput dari kristalisasi agama dan paham nasionalisme sempit yang menjadi akar konflik di berbagai negara.
"Politik dan nilai-nilai identitas di Indonesia bisa dibilang moderat. Cara mengelola kompleksitas keindonesiaan cukup baik dan berhasil," kata pria kelahiran Clisson, Prancis ini.
Couteau mendorong, pemerintah Indonesia bisa lebih berani memperlihatkan jati diri dan berperan di level global agar dunia bisa mengambil nilai-nilai terbaik. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga, dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki beragam etnis.
"Seharusnya Indonesia bisa menjadi panutan dunia," kata pria yang sudah puluhan tahun menetap dan banyak menulis buku soal Bali itu.
Senada dengan itu, Koordinator Staf Khusus Presiden (SKP) Ari Dwipayana menambahkan bahwa dalam konstelasi global yang dibutuhkan adalah peran para pemimpin dunia untuk menekan ego untuk bersama mengatasi resesi dunia.
"Presidensi G20 menjadikan Indonesia terdepan untuk menyelesaikannya," kata Ari.
Menurut Ari, posisi presidensi diwarnai oleh situasi dinamika dunia yang tengah bergejolak. Mulai dari situasi global yang fluktuatif pasca pandemi, gangguan geopolitik, resesi ekonomi, bahkan termasuk perang Rusia dan Ukraina. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3349 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 917 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 676 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun