Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Asal Usul Leluhur Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan
Sabtu, 24 Juni 2017,
11:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Warga Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan (Batur) Bangli disebut berhubungan saudara lewat beberapa kisah. Salah satunya cerita versi Desa Trunyan.
Menurut legenda, ini berkaitan dengan kisah pencarian Pohon Taru Menyan yang keharumannya hingga ke Pulau Jawa. Cerita ini dirangkum Thomas A. Reuter dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains.
[pilihan-redaksi]
Dikisahkan, Raja Solo mengirimkan empat orang anaknya ke Bali untuk mencari sumber minyak wangi aneh yang keharumannya mencapai sejauh istananya di Jawa Tengah.
Ketiga orang saudara laki-laki dan perempuan yang paling muda mengikuti bau yang tidak begitu keras itu. Bau itu berasal dari sebuah pohon kapur barus (taru menyan) yang terdapat di Trunyan, di tepi Danau Batur yang jauh.
Ketika mereka pada akhirnya sampai di danau itu, saudara perempuan mereka yang paling muda memutuskan untuk tinggal di Pura Dewi Danu dengan tempat keramat bernama Ratu Ayu Mas Makateg.
Saudara-saudara laki-laki itu meneruskan perjalanan mereka di sepanjang tepian danau. Yang paling muda tinggal di Kedisan, terpesona oleh bunyi seekor burung dan yang kedua di Abang Dukuh, terpesona oleh pertemuan dengan dua orang perempuan.
Saudara laki-laki yang paling tua marah karena sikap mereka yang tidak serius dan tidak menemaninya lebih lanjut . Sendirian ia melanjutkan misi itu an pada akhirnya mencapai pohon kapur barus yang suci di Trunyan.
Ia mendapati di sana tinggal seorang gadis dengan saudara laki-lakinya kembarnya yang banci. Mereka merupakan anak-anak seorang dewi yang dihamili oleh matahari.
Pangeran itu diliputi oleh syahwat dan meminta izin kepada saudaranya untuk mengawini gadis itu. Perkawinan itu diperkenankan dengan syarat bahwa tetap tinggal di Trunyan [nyeburin, perkawinan yang menurut kehendak istri] untuk menjadi pendiri desa itu dan menjadi leluhur rakyatnya.
Ia kemudian dikenal oleh orang-orang desa sebagai Ratu Sakti Pancering Jagat dan istrinya sebagai Ratu Pingit Dalam Dasar. [wrt]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2945 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026