Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Asal Usul Leluhur Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan
Sabtu, 24 Juni 2017,
11:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Warga Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan (Batur) Bangli disebut berhubungan saudara lewat beberapa kisah. Salah satunya cerita versi Desa Trunyan.
Menurut legenda, ini berkaitan dengan kisah pencarian Pohon Taru Menyan yang keharumannya hingga ke Pulau Jawa. Cerita ini dirangkum Thomas A. Reuter dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains.
[pilihan-redaksi]
Dikisahkan, Raja Solo mengirimkan empat orang anaknya ke Bali untuk mencari sumber minyak wangi aneh yang keharumannya mencapai sejauh istananya di Jawa Tengah.
Ketiga orang saudara laki-laki dan perempuan yang paling muda mengikuti bau yang tidak begitu keras itu. Bau itu berasal dari sebuah pohon kapur barus (taru menyan) yang terdapat di Trunyan, di tepi Danau Batur yang jauh.
Ketika mereka pada akhirnya sampai di danau itu, saudara perempuan mereka yang paling muda memutuskan untuk tinggal di Pura Dewi Danu dengan tempat keramat bernama Ratu Ayu Mas Makateg.
Saudara-saudara laki-laki itu meneruskan perjalanan mereka di sepanjang tepian danau. Yang paling muda tinggal di Kedisan, terpesona oleh bunyi seekor burung dan yang kedua di Abang Dukuh, terpesona oleh pertemuan dengan dua orang perempuan.
Saudara laki-laki yang paling tua marah karena sikap mereka yang tidak serius dan tidak menemaninya lebih lanjut . Sendirian ia melanjutkan misi itu an pada akhirnya mencapai pohon kapur barus yang suci di Trunyan.
Ia mendapati di sana tinggal seorang gadis dengan saudara laki-lakinya kembarnya yang banci. Mereka merupakan anak-anak seorang dewi yang dihamili oleh matahari.
Pangeran itu diliputi oleh syahwat dan meminta izin kepada saudaranya untuk mengawini gadis itu. Perkawinan itu diperkenankan dengan syarat bahwa tetap tinggal di Trunyan [nyeburin, perkawinan yang menurut kehendak istri] untuk menjadi pendiri desa itu dan menjadi leluhur rakyatnya.
Ia kemudian dikenal oleh orang-orang desa sebagai Ratu Sakti Pancering Jagat dan istrinya sebagai Ratu Pingit Dalam Dasar. [wrt]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026