Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Aspal Terminal Bongkar-Muat Hancur
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kondisi aspal di Terminal Bongkar Muat, Negara kini sangat memprihatinkan. Saat ini kondisinya sudah berlubang dan rusak dimana-mana. Bahkan kondisi ini telah memakan korban tiga buah truk yang nyaris terguling.
Sekretaris Komisi C DPRD Jembrana, Iskandar Alfan yang ditemui Rabu (27/2) mengatakan, sebelum terminal ini dibangun sebenarnya pihak legeslatif telah berulang kali menyoroti tentang standarisasi bahan dan juga jumlah bahan yang akan digunakan.
Namun hal tersebut, terkesan dianggap angin lalu oleh pihak eksekutif. “Kami dari Komisi C sudah sering mengingatkan pihak eksekutif dalam hal ini Dinas PU dan Lingkungan Hidup. Tapi nampaknya hanya dianggap angin lalu, dan akhirnya kondisi terminal itu seperti sekarang ini,” ujar Iskandar.
Menurut politisi dari Fraksi Nasional Demokrat Bangsa (Nasidesa) itu, hancurnya aspal di terminal ini disebabkan oleh lapisan lime stone yang digunakan sebagai fondasi kurang tebal. Lime stone yang semestinya setebal 20 cm, hanya 14 cm saja. Selain itu, kondisi tanah yang labil menjadi faktor pendukung hancurnya aspal.
Lebih lanjut Iskandar mengatakan, amburadulnya aspal di terminal ini sudah terjadi sejak awal pembangunan terminal. Hanya saja saat itu kondisinya tidak parah. “Kerusakan itu kan sudah terjadi sejak awal, dan aspalnya mulai berkualitas tambal sulam. Puncaknya ya sejak beberapa bulan yang lalu. Kalau sudah begini, ya tidak ada yang mau transit di terminal itu,” tandas Iskandar.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang