Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Awalnya Kerja Serabutan, Kini Ketut Surata Jadi Bos Cuci Kendaraan

Kamis, 10 November 2022, 14:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Awalnya Kerja Serabutan, Kini Ketut Surata Jadi Bos Cuci Kendaraan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Ketut Surata, dulunya seorang pekerja serabutan. Tidak mau hidup mentok, dia pun berinovasi dengan membuka usaha. Dimulai dengan modal Rp15 juta, dia membuka usaha cuci motor. 

Kemudian usahanya berkembang kini menjadi bos Tirta Car Wash di Jalan Tirta Tawar, Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Ubud Gianyar.

“Awalnya karena gak ada kerjaan, ingin berdiri sendiri. Awal mula cuci motor, terus coba kembangkan ke cuci mobil, akhirnya berjalan,” ujar dia. 

Dikatakan, sebelumnya dia adalah pekerja serabutan. Dulu bekerja sama orang lain. Pekerjaan yang diambil apa saja karena serabutan. Lalu dia ingin punya usaha sendiri dan berdiri sendiri. 

“Modal awal dari sepeda motor. Berkembang ramai, pelan-pelan buka cuci mobil,” ujar dia.

Lalu dia melihat peluang cuci mobil amat besar. “Karena saya lihat mobil terus bertambah. Ini peluang menjanjikan. Perhitungan sementara car wash menjanjikan,” ujar dia.

Usahanya yang digelutinya sejak 2019, mendapat tempat di mata pelanggan. “Yang jelas kami cuci lebih bersih dibandingkan nyuci sendiri di rumah,” ujar dia.

Untuk biaya cuci motor Rp 25 ribu dan mobil Rp50-70 ribu. Yang Rp70 ribu, mobil memperoleh oli plastik, tergantung jenis kendaraan. “Kalau Fortune, Alphard Rp70 ribu. Satu mobil waktu cuci 30 menit diambil 4 orang, hasil terjamin karena diteliti,” jelasnya.

Usahanya sempat digempur pandemi sampai sepi. “Setelah berangsur membaik, sudah mulai meningkat. Dari pendapatan sekarang 90 persen. Sehari rata-rata mencuci 10 mobil.

Adapun kelebihan cuci mobil di tempat usahanya lebih mendetail. “Kalau tidak puas, kami pertanggungjawaban, itu free,” ujarnya.

Sebagai pengusaha, dia mengajak pemuda untuk bekerja dulu di awal. “Ketika pemikiran kita cukup matang untuk mendirikan usaha dengan modal secukupnya, kalau bisa usaha mandiri,” ujar dia.

Dia berharap, apabila memiliki skill dan modal serta tempat, dia menyarankan membuat usaha sendiri. “Ketimbang bekerja bertahun tahun, nanti kita ketergantungan di tempat kerja. Yang penting keberanian, risiko dimana saja ada, namun kita harus siap,” ujarnya.

Hingga saat ini, hasil kotor di angka Rp15-18 juta. Dengan 4 tenaga, diberikan gaji Rp9 juta. “Bersih Rp 5 juta,” tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami