Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Bapak dan Anak Diyudisium STISIP Margarana Tabanan
Sabtu, 22 April 2017,
08:00 WITA
Follow
I Gusti Putu Mulyadi (52) dan Gusti Putu Ngurah Agus (30) usai diyudisium STISIP Margarna Tabanan, Jumat (21/4). [bbcom]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Rasa syukur dan gembira terpancar dari wajah I Gusti Putu Mulyadi (52) dan Gusti Putu Ngurah Agus (30) usai diyudisium STISIP Margarna Tabanan, Jumat (21/4).
Bapak dan anak dari Banjar Penarukan Tengah Kelod, Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini diyudisium bersama 84 mahasiswa di Kampus STISIP Margarana Tabanan,Jalan Majapahit nomor 16 A, Dajan Peken, Tabanan.
[pilihan-redaksi]
I Gusti Putu Mulyadi dan anaknya Gusti Putu Agus Ngurah menyelesaikan kuliah dengan mengambil jurusan Ilmu Administrasi.
Dijelaskannya, Ia bersama dengan sang anak berbarengan kuliah pada tahun 2013 itu, berawal dari ajakannya. Padahal saat itu sang anak sudah bekerja di salah satu hotel yang ada di Denpasar.
"Saat itu saya ajak dia, dan dia kebetulan mau," ungkapnya, Jumat (21/4).
Mulyadi menceritakan masa perkulihan yang sama-sama mengambil jurusan Ilmu Administrasi itu, menurutnya tidak menganggu jam kerjanya. Kebetulan Mulyadi telah bekerja di kantor Samsat yang ada di Denpasar.
"Kami atur saja karena seminggu hanya dua kali kuliah, sebab kami cari kelas khusus," tambah Mulyadi dua ayah ini.
Hal serupa juga disampaikan oleh Gusti Putu Ngurah Agus. Diakuinya, ketika ada tugas, selalu bergotong royong mengerjakan. Bahkan ketika di kelas selalu duduk bersama. Awalnya, Ia tidak mau kuliah, tetapi karena dorongan sang ayah, ia mengikuti.
"Karena ajakan ayah sebenarnya, bahkan dananya juga dari ayah," ujarnya.
Menurutnya dalam menjalani perkuliahan sang ayah dikatakan paling aktif bertanya dan menjawab dibandingkan dengan dirinya. Namun dalam mengerjakam tugas, Ia yang paling rajin.
"Kadang kalau ayah belum selesai, saya yang membantu. Begitu juga dalam penyelesaian skripsi kami saling suport," jelas Agus.
Lulus berbarengan dengan sang ayah baginya sesuatu yang menyenangkan. Sebab hal ini dirasa jarang ada. Terlebih lagi jarak umur Ia dan sang ayah sangat jauh.
"Ya ini karena dorongan ayah, kebetulan saya bersaudara dua orang, adik saya sudah duluan wisuda, jadi saya termotivasi," jelas Agus.
Ketua STISIP Margarana I Wayan Madra Suartana menjelaskan, yudisium ke XVII dengan peserta 86 ini merupakan hal yang membanggakan. Pasalnya hanya mempunyai satu program studi yakni Administrasi Negara mahasiswa yang kuliah lumayan banyak.
"Ini cukup membanggakan baik dilingkungan kampus dan alumnus. Meskipun hanya satu prodi tetapi banyak peminat," ungkapnya.
Sehingga karena aturan sekolah tinggi harus lebih dari satu dalam membuka prodi, pihaknya beserta dengan yayasan akan membuka program studi baru pada awal 2018 yakni Ilmu Administrasi Bisnis jurusan Administrasi Negara.
[pilihan-redaksi2]
"Mudah-mudahan saja segera terwujud, karena berkas sudah di pusat," jelasnya.
Sehingga, lanjut Madra, selesai melakukan yudisium, pada Jumat (28/4) pihaknya akan menggelar Wisuda di Grand Inna Hotel Bali Beach Sanur Denpasar.
"Saya harapkan, setelah lulus menjadi alumnus STISIP Margarana bisa menjadi tauladan bagi mahasiswa yang belum lulus," tandas Madra. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 442 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026