Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Bawa Anak Panah dan Senjata, Sekelompok Pelajar Ditangkap
BERITABALI.COM, NTB.
Sekelompok remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kota Bima, NTB ditangkap polisi.
Pasalnya, para remaja ini ketahuan membawa 20 anak panah, 4 buah senjata tajam, dan senjata rakitan berpeluru kelereng.
"Jumlah mereka enam orang," ungkap Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin kepada wartawan, Selasa (24/5).
Jufrin menjelaskan, enam orang remaja tersebut diamankan saat patroli yang dilakukan anggota Polsek Rasanae Timur Kota Bima pada Senin malam.
Sesuai arahan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra kata Jufrin, dihimbau pada orang tua, agar melihat dan memantau perilaku anak. Selain itu, ada baiknya anak dilarang keluar ketika sudah memasuki waktu larut malam.
"Apalagi membawa sajam," tegasnya.
Jufrin menambahkan, apa yang dilakukan para remaja tersebut, selain mengganggu Kamtibmas, juga melanggar hukum sesuai undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam. Sebelumnya kasus remaja yang terlibat kepemilikan senjata tajam, marak di Kota Bima.
Terutama kasus pemanahan, yang sudah menimbulkan banyak korban, rata-rata pelakunya masih berusia anak.
Sementara itu di Kota Mataram, marak beredar sejumlah foto yang disebut sebagai korban pemanah misterius meresahkan masyarakat. Foto yang dikirimkan melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial lainnya itu pun menjadi perhatian pihak kepolisian. Pasalnya, foto-foto itu dipastikan hoaks atau informasi bohong.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Rabu (25/5) di Mataram menerangkan foto-foto yang beredar adalah foto korban dari kasus serupa yang terjadi di Bima, dan sudah cukup lama kejadiannya.
Oleh oknum tertentu foto tersebut kemudian diklaim sebagai korban pemanah misterius yang terjadi di Kota Mataram.
Diterangkan, untuk Kota Mataram kasus pemanah misterius terjadi pada Minggu (21/5) lalu, sekitar pukul 21:30 Wita. Korban atas nama Arif Rahman bersama istrinya saat itu hendak berbelanja di minimarket.
Korban yang mengendarai sepeda motor kemudian dipepet oleh dua orang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor. Kemudian para pelaku melesatkan panah yang dibuat dari paku besi yang kemudian menancap di lengan korban.
Saat ini Polresta Mataram pun tengah melakukan penyelidikan dan telah mengantongi ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV yang diperiksa.
Kendati, foto-foto korban yang kemudian beredar di media sosial ditegaskan Heri adalah hoaks, karena korban di Mataram hanya satu dari kasus yang terjadi 21 Mei lalu.
“Ini sudah kita telusuri, termasuk yang punya akun Facebook dan yang bersangkutan sudah mengakui bahwa berita tersebut adalah hoaks,” jelasnya.
Pemilik akun yang menyebarkan informasi itu pun disebut Heri telah memberi klarifikasi. Di mana gambar yang ditampilkan di akun pribadi tersebut merupakan korban dari kasus pemanah di Bima.
Senada, Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menegaskan foto-foto korban yang beredar di masyarakat adalah hoaks. Karena kasus teror panah yang terjadi di Kota Mataram ada satu korban saja dan tidak ada korban lainnya.
Pihaknya pun menyesalkan adanya informasi yang tidak benar disebarkan oleh oknum tertentu hingga membuat masyarakat resah.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 704 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik