Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
BBMKG Bali Sebut Potensi El Nino Masih Kuat hingga Februari 2024
BERITABALI.COM, BADUNG.
Potensi el nino disebut berkembang menjadi lebih kuat dan masih ada hingga Februari 2024 mendatang.
I Wayan Wirata, Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Denpasar menjelaskan analisis terbaru menunjukkan bahwa energi panas di lautan (Ocean Heat Content) yang ditinggalkan oleh Fenomena Triple La Nina 2020 hingga 2023 adalah tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Baca juga:
Kapan El Nino Berakhir? Begini Prediksi BMKG
"Ocean heat content berkorelasi positif dengan magnitude El Nino yang ditimbulkan sehingga secara teori heat content saat akhir 2022 dapat berpotensi menimbulkan El Nino kategori kuat atau strong," jelasnya, Senin (20/11/2023).
Sebagian model dinamis juga memprediksi bahwa el nino dapat berkembang mencapai level strong pada periode Desember, Januari, dan Februari (DJF) nanti.
Meskipun demikian, lanjutnya, jika dirata-ratakan seluruh model dinamis, maka El Nino diprediksi hanya sampai level moderat.
"Meskipun demikian, sekiranya pada periode DJF (Desember Januari dan Februari) nanti El Nino mencapai level strong, maka sudah tidak berdampak di Indonesia karena musim hujan telah tiba," jelasnya.
Sebelumnya, kata Wirata, dampak El Nino terhadap keringnya iklim di Indonesia hanya dirasakan pada periode musim kemarau JJASO (Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober) sebagaimana sudah dipublikasikan oleh banyak peneliti. Untuk dampaknya dirasakan di sebagian besar wilayah Bali.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, saat ini dapat memanfaatkan hujan yang masih mungkin turun melalui gerakan panen hujan.
Wirata mengimbau agar masyarakat agar tetap waspada dampak fenomena el nino seperti kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan serta pohon tumbang. Selain itu juga agar terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air dengan bijak, dan beradaptasi dengan pola tanah yang ada.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah