Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BBTF 2026 Angkat Gastronomi, Bali Susun Strategi Hadapi Gejolak Timur Tengah

Selasa, 31 Maret 2026, 10:58 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BBTF 2026 Angkat Gastronomi, Bali Susun Strategi Hadapi Gejolak Timur Tengah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mengangkat tema "Redefining Indonesia’s Gastronomy: A Celebration of Cultures and Sustainable Heritage" sebagai strategi memperkuat identitas pariwisata Indonesia melalui kekayaan kuliner dan budaya.

Tema gastronomi dalam event bisnis pariwisata ini dinilai menjadi pendekatan efektif untuk menarik minat wisatawan global yang kini semakin mencari pengalaman autentik.

"Gastronomi adalah cara paling kuat untuk menceritakan Indonesia melalui rasa, budaya, dan identitas," ungkap Putu Winastra, Ketua Panitia BBTF 2026 dalam sesi Road To BBTF 2026 di Nusa Dua, Badung, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, tren pariwisata global kini menunjukkan perubahan signifikan, di mana wisatawan lebih mengutamakan pengalaman mendalam yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat lokal.

"Wisatawan hari ini mencari sesuatu yang lebih dalam. Mereka ingin merasakan kehidupan lokal, cerita, dan budaya yang otentik," kata dia menambahkan peran penting transportasi, pemandu wisata, destinasi, dan UMKM tetap menjadi sangat vital.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BBTF yang telah memasuki tahun ke-12 dan menjadi ikon travel show di Indonesia. Kemenpar saat ini juga tengah menyiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah buyer melalui program family trip (famtrip), terutama dari pasar Eropa dan Amerika.

Saat ini, tercatat sebanyak 35 famtrip dari pasar Eropa dan Amerika telah terkonfirmasi, serta sedang diperluas ke pasar Asia. Upaya promosi juga dilakukan secara masif melalui berbagai platform, termasuk videotron.

"Kami mendorong pemerintah daerah menjadikan BBTF sebagai platform pemasaran utama mereka sebelum berpromosi ke luar negeri, karena Bali adalah hub pariwisata nasional," ucapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, menilai tema gastronomi sangat relevan dengan kekayaan budaya Bali, salah satunya melalui konsep Base Genap atau bumbu genap yang mencerminkan keseimbangan.

"Keharmonisan yang mempertemukan hasil bumi (rempah-rempah) dengan hasil laut (garam)," sebut wanita yang akrab dipanggil Dayu Indah ini.

Ia menjelaskan bahwa nilai filosofis tersebut bahkan tercatat dalam lontar Dharma Caruban, yang tidak hanya berkaitan dengan konsumsi manusia, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai persembahan kepada para dewa.

Tantangan Gejolak Timur Tengah

Di sisi lain, Kemenpar juga memaparkan strategi menghadapi tantangan global, termasuk dampak gejolak Timur Tengah terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar Eropa.

Untuk menjaga target kunjungan wisatawan tahun ini sebesar 16 hingga 17 juta, strategi pemasaran dialihkan dari pasar jarak jauh seperti Eropa ke pasar Asia dan Australia.

"Prioritas utama kami di ASEAN adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Thailand," katanya.

Pasar Australia dinilai tetap menjadi andalan, mengingat Bali saat ini menjadi destinasi nomor satu bagi wisatawan Australia secara global, menggeser Selandia Baru.

Selain itu, pasar Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, Jepang, dan Taiwan, serta Asia Selatan khususnya India, juga menjadi fokus pengembangan.

Untuk pasar Eropa dan Amerika, Kemenpar tetap menyasar segmen wisatawan premium yang cenderung mencari pengalaman khusus seperti diving dan island hopping ke berbagai destinasi di Indonesia.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Bali menegaskan bahwa fokus tahun ini tidak hanya pada jumlah kunjungan, tetapi lebih kepada kualitas wisatawan yang datang.

Target kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini ditetapkan sebesar 6,625 juta wisatawan, sedikit lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai 6,9 juta wisatawan. "Mereka selalu menjadi number one arrival di Bali, setelah Cina dan India," kata Dayu Indah.

Berdasarkan data tahun 2025, sepuluh besar negara asal wisatawan ke Bali antara lain Australia, India, Cina, Korea Selatan, Inggris, Amerika, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman. Namun, beberapa pasar Eropa seperti Inggris, Amerika, Prancis, dan Jerman mengalami tantangan akibat dampak situasi geopolitik global.

"Oleh karena itu, kita akan memfokuskan strategi pada Australia, India, Cina, dan Korea Selatan," sembari tidak melupakan wisatawan domestik atau nusantara yang selama ini menjadi penyangga pariwisata Bali, terutama saat pandemi COVID-19 lalu

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami