Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Biden Tanya Soal Pembunuhan Kashoggi, Begini Respons MBS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS). Pertemuan ini diadakan tatkala hubungan Washington yang memburuk dengan kerajaan itu.
Dalam pertemuan tersebut, Biden disebutkan membahas sebuah isu sensitif yang sempat memperburuk hubungan kedua negara. Isu tersebut terkait pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, pada 2018 lalu.
Biden mempertanyakan terkait pembunuhan ini pada MBS. Ia mengatakan data yang dimiliki intelijen Washington terkait pembunuhan itu menyimpulkan bahwa pihak kerajaan bertanggung jawab atas insiden itu.
MBS pun membalas dengan pelecehan seksual dan fisik para tahanan di penjara Abu Ghraib Irak oleh personel militer AS serta pembunuhan jurnalis Palestina Amerika Shireen Abu Akleh di Tepi Barat. Menurutnya, insiden seperti ini juga memiliki dampak yang buruk bagi Washington.
"Putra Mahkota menanggapi pernyataan Presiden Biden tentang ... Khashoggi dengan cukup jelas, bahwa kejahatan ini, meskipun sangat disayangkan dan menjijikkan, adalah sesuatu yang dianggap sangat serius oleh kerajaan (dan) ditindaklanjuti dengan cara yang simpatik dengan posisinya sebagai negara yang bertanggung jawab," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
"Ini adalah masalah, kesalahan yang terjadi di negara mana pun, termasuk AS. Putra Mahkota menunjukkan bahwa AS telah membuat kesalahannya sendiri dan telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab dan mengatasi kesalahan ini seperti yang dilakukan kerajaan."
Khashoggi, yang juga merupakan kritikus kerajaan, dibunuh di Konsulat Saudi Istanbul pada 2018 lalu. Ia meregang nyawa setelah dieksekusi oleh para algojo yang diduga disiapkan oleh MBS.
Walau begitu, Riyadh pun telah melakukan penyelidikannya sendiri dan mendapatkan pelaku pembunuhan. Tercatat, ada lima orang yang dihukum oleh pengadilan Saudi terkait pembunuhan itu.
Seorang diplomat top Saudi lainnya, Adel al-Jubeir, menyebutkan bahwa Riyadh telah melakukan upaya penyelidikan mendalam terkait pembunuhan ini. Hal ini dilakukan agar pembunuhan serupa tidak terjadi lagi.
"Kami menyelidiki, menghukum dan memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi. Inilah yang dilakukan AS ketika kesalahan Abu Ghraib dilakukan," ujarnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun