Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terik di Bali, Masyarakat Diminta Tak Bakar Sampah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Cuaca panas terik dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah Bali. Kondisi ini disebut merupakan fenomena alam yang terjadi akibat posisi semu matahari.
Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Putu Pradiatma Wahyudi, menjelaskan bahwa pada bulan Maret, tepatnya 21 Maret, posisi matahari berada di garis Khatulistiwa. Hal ini menyebabkan suhu udara terasa lebih panas, terutama pada siang hari.
Selain itu, minimnya tutupan awan di wilayah Bali membuat sinar matahari langsung mencapai permukaan, sehingga meningkatkan suhu udara yang dirasakan masyarakat.
"Kondisi ini normal dan kerap berulang setiap tahunnya, karena faktor pemanasan permukaan sebagai dampak dari siklus gerak semu matahari", jelasnya, Selasa (14/4/2026) di Badung.
Berdasarkan data monitoring awal musim kemarau 2026 dari Stasiun Klimatologi Bali per 10 April 2026, terpantau beberapa zona musim (ZOM) mulai memasuki musim kemarau.
"Pada, 10 April 2026, terpantau 4 ZOM, indikasi, masuk musim kemarau yaitu ZOM di wilayah Bali bagian selatan, timur, dan Nusa Penida," terangnya.
Wahyudi menyebutkan, kondisi suhu udara yang cukup terik ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
"Ya, dapat berlangsung beberapa hari kedepan, namun dikarenakan saat ini beberapa daerah di Bali belum sepenuhnya masuk ke musim kemarau, sehingga masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan hingga sedang secara tidak merata", paparnya.
Ia menambahkan, wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan berada di dataran rendah cenderung merasakan suhu yang lebih panas dibandingkan wilayah dataran tinggi.
"Wilayah Bali yang cakupan penduduknya lebih padat dan berada di dataran rendah lebih merasakan panas daripada wilayah dataran tinggi," ucapnya.
Menghadapi kondisi cuaca panas ini, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Selain itu, penggunaan pelindung seperti sunblock, jaket, dan topi saat beraktivitas di luar ruangan juga disarankan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak sembarangan membakar sampah atau lahan kosong, terutama di kawasan hutan, guna mencegah potensi kebakaran. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi seperti penyiraman area rawan guna mengurangi risiko kebakaran akibat cuaca panas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1696 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang