Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 21 Mei 2026
Bubuh Be Siap Maudus, Sajian Tradisional Warung Hingga Jamuan Hotel
Minggu, 11 November 2018,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Usai mengunjungi Objek Wisata Alas Kedaton atau Jatiluwih lewat Desa Marga, jika kebetulan ingin menikmati kuliner, maka warung Men Tasik layak jadi rekomendasi.
Tidak sulit menemukannya, cukup menelusuri deretan toko-toko dimana banyak orang yang berdiri dan duduk ngantre di Banjar Lebah, Desa Marga tepatnya di pusat Kota Kecamatan Marga atau sekitar 25 Km ke arah utara Kota Denpasar.
Meski sederhana, sajian makanan tradisional Bali berupa bubuh be siap maudus atau bubur dengan daging ayam yang dimasak secara dengan bumbu khas yang istimewa. Bubuh ini memiliki rasa yang sangat enak dan khas. Bumbunya terasa pas, sehingga sekali mencicipi pasti dibuat ketagihan.
Dalam satu porsi berisi bubuh, basa nyuh, basa lalah, jukut urab dan be siap maudus. Akan menjadi lebih mantap jika ditambah krupuk atau rempeyek (camilan tradisional Bali). Dalam penyajiannya sangat ramah lingkungan yaitu menggunakan piring yang memakai alas daun pisang.
Selain masyarakat lokal, orang keturunan Tionghoa yang sudah lama tinggal di Bali sering datang menikmati bubuh olahannya, bahkan ada yang sudah menjadi langganan. Tak terkecuali wisatawan asing yang diantar oleh pemandu dan perusahaan travel juga menyantapnya. Wajar, bubuh be siap maudus yang dijajakan mulai pukul 13.00 wita itu dalam 2 sampai 3 jam sudah habis.
“Saya tak pernah berjualan sampai sore,” kata Ni Wayan Tasik pedagang bubuh be siap maudus itu.
Wayan Tasik merupakan pedagang generasi kedua. Ia melanjutkan ibunya (Men Tasik) yang sudah almarhum. Semua resep, baik bumbu dan cara mengolahan yang khas diwarisinya, sehingga pelanggan ibunya tetap mau datang. “Syukurnya saya bisa mengolah seperti ibu dulu,” ungkapnya.
Selain meladeni para pelanggan setianya, Wayan Tasik juga pernah diundang pengelola hotel di kawasan Kuta untuk menjajakan bubuh be siap maudus kepada para tamu hotel. Pernah juga menyiapkan bubuh be siap maudus khusus bagi karyawan hotel pada sebuah perayaan hari raya suci. “Saya pernah menyajikan dagangan di hotel untuk turis,” ujarnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1879 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1710 Kali
03
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1275 Kali
04
05
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1144 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026