Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Budidaya Jangkrik Nyaris Tidak Terkena Imbas Covid-19
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Di masa pandemi covid-19 sekarang ini berbagai usaha dilakukan oleh warga yang sangat kreatif. Seperti usaha budidaya jangkrik yang dikelola sebanuak 15 orang di Banjar Krajan Desa Melaya, Jembrana.
Usaha budidaya jangkrik ini tidak terlalu terkena imbas Covid-19. Budidaya jangkrik tersebut dikelola oleh sebuah kelompok Usaha tersebut diberi nama "Jangkrik Alam Mandiri" sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Kelompok budidaya jangrik tersebut juga sempat dijadikan studi banding dengan kelompok-kelompok yang lain di wilayah Kabupaten Jembrana. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pembudidaya jangkrik bernama Zulkarnaen asal Banjar Melaya Krajan.
Dirinya mulai menggeluti usaha tersebut sejak tahun 2015. Dirinya juga mulai membentuk kelompok pada tahun 2019 mengajak para warga sekitar.
Sementara Ketua Kelompok Jangkrik Alam Mandiri Ainur Rofif mengatakan, bulan lalu pihaknya berhasil panen dan menghasilkan kurang lebih 16 juta rupiah dan itu masih kotornya.
"Kita meraup keuntungan sebesar 5 juta rupiah. Yang menjadi kendala kami, bahan pakan jangkrik semakin meningkat, akan tetapi kami tetap bersemangat mereproduksi. Poinnya kami saling bekerjasama yang baik antar anggota," terangnya.
Kelompok Jangkrik Alam Mandiri, bisa memperdayakan warga sehingga selaku pemerintahan Desa sendiri akan memperhatikan lebih lanjut nantinya.
"Secara kebetulan dari pihak Yayasan MBM (Maha Bhoga Marga) saat ini melirik usaha warga kami agar nantinya usaha kelompok berjalan sesuai harapan kelompok itu sendiri," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3611 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1334 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 924 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun