Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Kekurangan 1.056 Guru, Mendikdasmen RI Soroti Distribusi

Jumat, 13 Februari 2026, 12:59 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buleleng Kekurangan 1.056 Guru, Mendikdasmen RI Soroti Distribusi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kekurangan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Di tengah kebutuhan daerah yang mendesak, pemerintah pusat memastikan persoalan ini tengah dibahas lintas kementerian dengan pendekatan berbasis data.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menegaskan secara nasional jumlah guru sebenarnya relatif mencukupi. Namun, persoalan utama terletak pada distribusi yang belum merata.

“Secara nasional, rasio guru dan siswa sebenarnya sudah cukup. Problem kita distribusi guru. Jadi ada daerah lain kelebihan guru, ada daerah kekurangan guru. Bahkan dalam satu daerah pun ada sekolah yang kelebihan guru, ada yang kekurangan,” ujarnya saat berkunjung ke Buleleng, Jumat (13/2).

Ia menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan skema penyelesaian yang komprehensif. Pembahasan tidak hanya melibatkan kementerian pendidikan, tetapi juga sejumlah kementerian lain.

“Soal distribusi guru itu kita akan bicarakan lebih lanjut. Sudah ada pembahasan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, Kementerian Agama, dan Kementerian Keuangan. Kita membahas problem distribusi guru kita,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, pemerintah akan melakukan pendataan ulang untuk mengetahui kebutuhan riil guru di setiap daerah sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara optimal.

“Akan ada pendataan kembali mengenai riil kebutuhan guru kita berapa, sehingga kita dapat memberikan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Disdikpora Buleleng mencatat daerah tersebut masih kekurangan 1.056 guru, terutama pada jenjang sekolah dasar. Kekurangan itu diperkirakan terus bertambah setiap tahun seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyebut kebutuhan formasi guru telah berulang kali diusulkan ke pemerintah pusat. Namun hingga kini, daerah masih menunggu kepastian regulasi rekrutmen.

“Tahun ini karena memang ada kebutuhan, tentu kita sudah berupaya mengusulkan formasi. Hasil konsultasi kemarin memang belum dirilis seperti apa, tetapi kebutuhan daerah sudah kita sampaikan dan pusat juga sudah memetakan kondisi tersebut,” ujarnya.

Dari total kekurangan tersebut, sekitar 440 guru masih berstatus honorer dan tercatat dalam Dapodik. Mereka tetap mengajar sambil menunggu kebijakan lanjutan, termasuk peluang pengangkatan menjadi PPPK.

“Untuk pengangkatan PPPK, kita masih menunggu kebijakan dari pusat,” katanya.

Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan pemetaan ulang dengan merelokasi guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang kekurangan. Selain itu, pada sekolah dengan jumlah siswa terbatas, satu guru mengampu lebih dari satu kelas.

Meski demikian, usulan pemenuhan 1.056 guru tetap menjadi prioritas daerah pada formasi tahun ini. Pemerintah kabupaten berharap kebijakan nasional terkait penataan distribusi guru dapat segera menjawab kebutuhan di lapangan.

“Mudah-mudahan tahun ini ada rekrutmen dan kebutuhan guru di Buleleng bisa menjadi prioritas,” harapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami