Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Buleleng Kekurangan 1.056 Guru, Mendikdasmen RI Soroti Distribusi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekurangan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Di tengah kebutuhan daerah yang mendesak, pemerintah pusat memastikan persoalan ini tengah dibahas lintas kementerian dengan pendekatan berbasis data.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menegaskan secara nasional jumlah guru sebenarnya relatif mencukupi. Namun, persoalan utama terletak pada distribusi yang belum merata.
Baca juga:
Bangli Kekurangan Ratusan Guru di 2026
“Secara nasional, rasio guru dan siswa sebenarnya sudah cukup. Problem kita distribusi guru. Jadi ada daerah lain kelebihan guru, ada daerah kekurangan guru. Bahkan dalam satu daerah pun ada sekolah yang kelebihan guru, ada yang kekurangan,” ujarnya saat berkunjung ke Buleleng, Jumat (13/2).
Ia menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan skema penyelesaian yang komprehensif. Pembahasan tidak hanya melibatkan kementerian pendidikan, tetapi juga sejumlah kementerian lain.
Baca juga:
Denpasar Kekurangan 317 Guru
“Soal distribusi guru itu kita akan bicarakan lebih lanjut. Sudah ada pembahasan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, Kementerian Agama, dan Kementerian Keuangan. Kita membahas problem distribusi guru kita,” jelasnya.
Abdul Mu’ti menambahkan, pemerintah akan melakukan pendataan ulang untuk mengetahui kebutuhan riil guru di setiap daerah sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara optimal.
“Akan ada pendataan kembali mengenai riil kebutuhan guru kita berapa, sehingga kita dapat memberikan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sementara itu, Disdikpora Buleleng mencatat daerah tersebut masih kekurangan 1.056 guru, terutama pada jenjang sekolah dasar. Kekurangan itu diperkirakan terus bertambah setiap tahun seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyebut kebutuhan formasi guru telah berulang kali diusulkan ke pemerintah pusat. Namun hingga kini, daerah masih menunggu kepastian regulasi rekrutmen.
“Tahun ini karena memang ada kebutuhan, tentu kita sudah berupaya mengusulkan formasi. Hasil konsultasi kemarin memang belum dirilis seperti apa, tetapi kebutuhan daerah sudah kita sampaikan dan pusat juga sudah memetakan kondisi tersebut,” ujarnya.
Dari total kekurangan tersebut, sekitar 440 guru masih berstatus honorer dan tercatat dalam Dapodik. Mereka tetap mengajar sambil menunggu kebijakan lanjutan, termasuk peluang pengangkatan menjadi PPPK.
“Untuk pengangkatan PPPK, kita masih menunggu kebijakan dari pusat,” katanya.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan pemetaan ulang dengan merelokasi guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang kekurangan. Selain itu, pada sekolah dengan jumlah siswa terbatas, satu guru mengampu lebih dari satu kelas.
Meski demikian, usulan pemenuhan 1.056 guru tetap menjadi prioritas daerah pada formasi tahun ini. Pemerintah kabupaten berharap kebijakan nasional terkait penataan distribusi guru dapat segera menjawab kebutuhan di lapangan.
“Mudah-mudahan tahun ini ada rekrutmen dan kebutuhan guru di Buleleng bisa menjadi prioritas,” harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan