Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Bentuk Tim Kecamatan Tangguh Bencana

Kamis, 27 November 2025, 10:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buleleng Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Bentuk Tim Kecamatan Tangguh Bencana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026. 

Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar pada Rabu (26/11).

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan berlangsung mulai pertengahan Desember hingga Januari. Karena itu, koordinasi menyeluruh antara OPD, TNI, Polri, Basarnas, PLN, para camat hingga perbekel kembali dimatangkan.

Ada tiga fokus utama yang menjadi langkah prioritas. Pertama, pembentukan tim kecamatan tangguh bencana yang bertugas layaknya Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat desa. Tim ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bencana sekaligus mempercepat koordinasi dengan Polsek, Koramil, puskesmas, dan para relawan.

“Kekuatan TRC kami hanya 19 orang, idealnya 40. Dengan tim kecamatan, respons bencana di desa bisa lebih cepat,” ujar Suyasa.

Fokus kedua adalah penyegaran TRC lintas sektor akibat adanya personel yang pensiun atau berpindah tugas. Ketiga, pembentukan posko terpadu yang ditargetkan mulai berjalan pada Desember, sambil menunggu penetapan lokasi oleh Sekda.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, BPBD Buleleng mencatat 280 kejadian bencana. Tanah longsor menjadi yang terbanyak dengan 105 kejadian, disusul cuaca ekstrem seperti pohon tumbang (53 kejadian), serta banjir (16 kejadian). Seluruh kecamatan di Buleleng masuk kategori kawasan rawan bencana.

Suyasa pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa jika terjadi potensi ancaman bencana.

“Mitigasi sederhana pun penting dilakukan, seperti membersihkan sumbatan air dan memangkas dahan pohon yang membahayakan,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami