Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Canangkan Tonggak Kepeloporan Sastra Bali Modern
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Temuan monumental perkembangan Satra Bali Modern melalui hasil karya Made Pasek Satrawan asal Banjar Paketan Buleleng, berangka tahun 1913, akhirnya mencanangkan sebuah tonggak kepeloporan Sastra Bali Modern baru.
Made Pasek dengan karya-karyanya, Tjatur Perenidana (1913) juga mampu mengeser temuan tonggak satra bali modern sebelumnya yang berangka tahun 1931 berupa karya roman Nemoe Karma yang ditulis Wayan Gobyah, guru kelahiran Panjer Denpasar.
Hal itu terungkap Sabtu (18/10) dalam Seminar Kepeloporan Made Pasek dalam Kehidupan dan Perkembangan Sastra Bali Modern di Bali, di Wantilan Laksana Budaya RRI Singaraja.
“Sepanjang belum ada data real yang menunjukkan adanya karya yang terbit sebelum 1931, wajarlah pemerhati, pengkaji perkembangan sastra bali modern menyebut Wayan Gobyah sebagai pengarang dan perintis sastra bali modern, namun sekarang dengan temuan karya-karya Made Pasek dari Buleleng, semua dimentahkan dengan hadirnya data faktual tersebut,†ungkap Gede Artawan, Koordinator Dermaga Seni Buleleng (DSB) pemerakarsa seminar tersebut.
Kepeloporan Made Pasek dibandingkan dengan Wayan Gobyah juga dilihat dari konteks kesejarahan pergerakan pemuda dengan memberi kontribusi memadai sebagai sebuah cikal bakal pergerakan.
â€Walaupun secara tematis, karya-karya Made Pasek tidak mengarah pada kecenderungan spirit kebangsaan, namun diselipkan tata nilai yang menyangkut pesan moral dan etika dalam setiap karyanya,†ujar Artawan.
Selain menghadirkan Gede Artawan dari Akademisi sebagai pembicara, dalam seminar sehari itu juga menghadirkan Gede Dharna dari unsur seniman yang melihat sosok Made Pasek sebagai perintis kehidupan sastra bali anyar. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 284 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 163 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan