Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Demo Kenaikan BBM, 1 Pendemo Ditangkap Bawa Sajam
BERITABALI.COM, NTB.
Satu demonstran ditangkap polisi karena terbukti membawa senjata tajam (sajam) saat demo yang dilakukan mahasiswa di Kantor DPRD NTB, di jalan Udayana Mataram, Kamis (8/9).
Sempat terjadi kericuhan karena ada perlawanan dari pelaku dan pihak kepolisian. Namun polisi berhasil membawa demonstran yang membawa sajan itu untuk diamankan ke mobil dan dibawa ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut.
"Satu kita amankan karena membawa sajam. Untuk hasil pemeriksaan lebih lanjut, nanti kita sampaikan,” ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa di tengah kerumunan massa.
Awal mula penangkapan, dari kecurigaan polisi melihat benda dengan bentuk aneh di kantong celana seorang demonstran.
Setelah diperiksa, benda janggal dengan panjang sekitar 15 sentimeter tersebut adalah sebuah pisau kecil yang terbuat dari bahan kuningan. Bungkus dan gagangnya terbuat dari kayu yang dicat merah dengan mata pisau yang sangat tajam.
Hingga saat ini, Kombes Pol Mustofa belum bisa memastikan asal kampus demonstran tersebut, mengingat para demonstran yang datang berasal dari beberapa kampus di Kota Mataram. Selain Sajam, aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung dewan diwarnai aksi vandalisme.
Baca juga:
Demo BBM Ricuh, 2 Mahasiswi Pingsan
Ada lebih dari sepuluh coretan menggunakan cat semprot terpampang jelas di tembok depan Kantor DPRD NTB. Ratusan massa aksi yang datang sejak pagi hari itu, nekat merangsek masuk ke gedung DPRD NTB dengan memanjat tembok.
Mahasiswa nekat memanjat tembok, karena upaya mereka untuk masuk melalui gerbang kantor DPRD NTB itu tidak diizinkan. Sebagian mahasiswa yang berhasil masuk, akhirnya dipaksa untuk keluar.
Aksi sejak pagi itu berlangsung ricuh, akibatnya tiga orang dari mahasiswa diangkut paksa oleh aparat kepolisian. Namun ketiga mahasiswa yang sebelumnya diangkut dan diamankan ke Mapolresta Mataram itu, telah dibebaskan pada sore hari.
Masa aksi yang melakukan demonstrasi pada Kamis (8/9), terdiri dari tiga aliansi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mataram (IMM), Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (Himmah NWDI NTB) dan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram.
Baca juga:
Demo Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Bakar Ban
Demo keempat kalinya oleh sejumlah mahasiswa pasca kenaikan BBM diumumkan pada Sabtu (3/9) lalu, menyebabkan Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB Masa Persidangan III tahun sidang 2022 dengan agenda pelaporan sejumlah panitia khusus, terpaksa ditunda
Padahal, persiapan mengenai rapat tersebut telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
“(Kami) sedang menerima mahasiswa yang melakukan demonstrasi BBM,” ungkap Mahdi, Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad kepada wartawan.
Sebelumnya, pada Rabu (7/9), aksi unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM dengan merusak gerbang Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram.
Empat gerbang rusak akibat unjukrasa mahasiswa. Mahasiswa merobohkan gerbang dan membawa ke jalan.
Sekretaris DPRD NTB, Mahdi, mengatakan empat gerbang yang tidak berfungsi tersebut akan diperbaiki. Biaya perbaikan menelan anggaran Rp100 juta dengan menggunakan dana pemeliharaan. Mahdi mengatakan tidak melakukan upaya hukum terhadap mahasiswa yang merusak gerbang. Dia menolak untuk melapor ke polisi atas perusakan tersebut.
“Kami tidak melakukan upaya hukum terkait perusakan gerbang,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 643 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 452 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik