Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Demo Tolak Sekjen PDIP Ricuh, Mikrofon Orator Hancur
BERITABALI.COM, NTB.
Hadirnya Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP, Hasto Kristiyanto untuk mengisi kuliah umum di Universitas Mataram (Unram) pada Kamis (15/9) disambut demo ratusan mahasiswa kampus setempat.
Mahasiswa Unram melakukan unjuk rasa, saat acara yang dilangsungkan secara tertutup di Gedung Rektorat pada pukul 14.00 WITA dan dihadiri juga oleh Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah. Aksi unjuk rasa menolak kehadiran Hasto Kristiyanto ini dicegat oleh satpam, saat mahasiswa hendak masuk ke area Rektorat Unram.
Dicegatnya massa aksi tersebut, dengan alasan pihak Rektorat sedang bekerja, dan Hasto sebentar lagi sampai ke Rektorat Unram. Massa aksi yang saat itu berorasi di Fakultas Teknologi Pangan atau tepat di sebelah Rektorat Unram dilarang menggunakan pengeras suara. Bentrok antar mahasiswa dan satpam pun terjadi hingga mikrofon orator hancur karena direbut paksa.
"Saya sudah sampaikan ke atas (Rektor), katanya, kalau mereka tidak mau berhenti (orasi), tarik saja miknya. Hanya tarik menarik mik, bukan main fisik,” ujar Koordinator Satpam Keamanan Unram, Yong seusai kericuhan.
Lantas kericuhan lanjutan pun terjadi, mulai dari aksi saling dorong, tarik-menarik spanduk hingga perampasan mik hingga rusak.
Alasan penolakan tersebut, karena mahasiswa tidak rela setelah Unram menolak Rocky Gerung, sedangkan praktisi partai seperti Harto diberi ruang masuk Unram. Penolakan Unram terhadap Rocky Gerung membuat acara kuliah umum Rocky Gerung harus diselenggarakan di luar kampus.
Dalam orasinya, menurut mahasiswa, Rocky Gerung lebih layak hadir di Unram, selain karena memiliki kapasitas intelektual yang tinggi, juga tidak masuk dalam koalisi manapun. Mereka ingin agar acara kuliah umum yang akan diisi oleh Harto segera dibatalkan demi kemurnian kampus dari kepentingan politik.
“Kami tidak ingin laboratorium intelektual (kampus) kita ini dinodai oleh kepentingan politik praktis. Kami tidak ingin kampus ini tersentuh oleh intrik-intrik politik praktis,” tutur Sekjend BEM Unram, Muh Isnaini Hamidi dalam konferensi pers.
Hamidi menegaskan mereka meminta Rektor Unram, Prof Ir Bambang Hari Kusumo agar lebih terbuka atas segala persoalan yang ada di Unram. Para mahasiswa ini menolak kedatangan Hasto karena terlihat sangat berbau politik. Terlebih lagi yang akan datang tersebut dari patai Banteng.
Menurutnya, preseden buruk dunia pendidikan jika disusupi oleh politisi. Kenapa tidak dari kalangan intelektual yang mengisi.
“Jangan jadikan kampus ini sebagai ajang untuk meraup suara di Pipres 2024 mendatang,” tegasnya.
Hingga unjuk rasa itu bubar, massa aksi tidak kunjung berhasil masuk ke Rektorat Unram.
Sementara itu usai memberikan kuliah umum, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto perihal penolakan terhadap dirinya di kampus Unram.
"Agenda saya hari ini dalam kapasitas sebagai Doktor Ilmu Pertahanan dan Dosen Universitas Pertahanan. Saya menyampaikan hal-hal strategis tentang bagaimana Indonesia bisa menjadi bangsa pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia," kata politikus senior PDIP ini.
Bagi Hasto, aspirasi penolakan merupakan hal biasa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Dirinya-pun menghormati sikap tersebut.
"Saya juga dulu saat mahasiswa sering demo. Kita hormati haknya, tetapi mereka bisa bertanya terkait apa yang saya sampaiakan. Itu yang paling fair," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2341 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan