Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Dibangun Dengan Dana Rp 400 Juta, Jembatan Penghubung Dua Desa Mulai Retak
Kamis, 8 Februari 2018,
05:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jembatan penghubung dua desa antara Desa Penatahan dan Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan yang dibangun menggunakan dana ADD tahun 2017, kondisinya sudah mulai retak.Jembatan di atas sungai Celengis yang menghubungkan dua banjar Tegaya Desa Penatahan dan banjar pasek Desa Tengkudak itu, retak di bagian sayapnya. Apabila tidak segera ditangani jembatan itu bisa ambruk, apalagi saat ini musim hujan dengan intensitas tinggi.
Ada 7 Kepala Keluarga (KK) warga banjar Tegayang yang rumahnya berada di Banjar Pasek, menjadi alasan jembatan tersebut dibangun pada tahun 2017 dengan anggaran Rp 400 Juta. Sebelum jembatan dibuat mereka melewati Sungai Clengis untuk beraktifitas ke Banjar Tegayang yang bisa dilalui sepeda motor. Pun kalau hujan deras mereka akan melewati jembatan dari bambu, tetapi motor mereka akan dititip di pinggir jalan.
Untuk membantu aktifitas itu, maka desa membuatkan jembatan. Dan juga akan digunakan sebagai jalur wisata tracking. Hanya saja sekarang karena masih proses pembuatan jembatan, sebanyak 7 KK warga beraktifitas harus jalan kaki, tidak bisa menggunakan sepeda motor. Motor mereka dititip di pinggir jalan. Apalagi sekarang sayap jembatan masih retak waktu untuk menikmati jembatan baru masih lama.
I Made Gede Suardana (37) warga Banjar Tegayang yang tinggal di Banjar Pasek, Rabu (7/2/ 2018) mengatakan, jembatan itu dibangun dibangun sejak 8 bulan. Dan mulai retak retak diperkirakan sejak seminggu lalu.
"Sejatinya sangat bersyukur desa membangun jembatan baru karena akan mempermudah aktifitas setiap hari. Sebab urusan kedinasan, anak sekolah ada di Banjar Tegayang. Memang ada sekolah di Desa Tengkudak tetapi jalanya sangat jauh. Setiap hari saya beraktifitas di Banjar Tegayang," ujarnya.
Sebelum jembatan ada, ia bersama warga lainya melewati sungai. Kalau musim kemarau motor bisa dibawa ke rumah. Hanya saja kalau musim hujan mengingat air Sungai Clengis besar maka akan melewati jembatan bambu. "Sekarang karena sedang membuat jembatan kami harus jalan kaki, kira-kira tempuh jarak kerumah dari Banjar Tegayang sekitar 1 kilometer,"tutur Suardana.
Ia berharap jembatan ini segera diperbaiki sehingga bisa mempermudah aktifitas ke Banjar Tegayang.
Sementara itu Perbekel Desa Penatahan, I Nyoman Kurnawiasa membenarkan jika sayap jembatan retak. Penyebabnya air Sungai Clengis yang meluap saat musim hujan. Lagi pula diatas sayap jembatan belum terurug tanah karena sedang proses pengerjaan. "Jadi sayap jembatan tidak kuat menahan air hujan sehingga menyebabkan retak," ungkapnya.
Dikatakan, meskipun sayap jembatan retak, itu tidak mengganggu kontruksi jembatan yang dibuat dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar tiga meter tersebut. "Retaknya ini tidak ada jembatan yang terganggu, yang retak hanya dibagian sayapnya sebelah timur," katanya.
Dijelaskanya, jembatan itu dibangun dengan dana ADD sebesar Rp 400 juta tahun 2017. “Tujuannya untuk mempermudah masyarakat Banjar Tegayang beraktifitas. Karena warga Banjar Tegayang berjumlah 7 KK ada tinggal di Banjar Pasek, Desa Tengkudak,“terangnya.
Ia juga mengatakan jembatan baru tersebut akan digunakan sebagai sana pendukung wisata tracking. “Kami akan segera memperbaiki lagi jembatan tersebut,” terangnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 895 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026