Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Diduga Akibat Percikan Api Pembakaran Sampah, Pura Puseh Desa Banyubiru Terbakar
Selasa, 3 September 2019,
14:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Kepulan asap berasal dari Pura Puseh di Banjar Banyubiru Kauh, Desa Banyubiru Kecamatan Negara, Jembrana mengagetkan warga sekitar Pura setempat Senin (02/09/2019) sekitar pukul 15.30 WITA.
[pilihan-redaksi]
Asap tersebut berasal dari terbakarnya atap 6 pelinggih di pura puseh tersebut, sejumlah warga langsung berusaha memadamkan api. Agar api tidak meluas, Petugas pemadam didatangkan dengan 4 unit kendaraan untuk membantu memadamkan api.
Asap tersebut berasal dari terbakarnya atap 6 pelinggih di pura puseh tersebut, sejumlah warga langsung berusaha memadamkan api. Agar api tidak meluas, Petugas pemadam didatangkan dengan 4 unit kendaraan untuk membantu memadamkan api.
Menurut keterangan salah satu saksi Nyoman Jaya Drata (55) asal Banyubiru, sekitar pukul 15.30 WITA, ia berada di rumah menonton tv, kemudian menantunya memanggil memberitahukan bahwa ada asap di Pura Puseh, kemudian ia mengambil kunci gerbang pura bersama warga lainnya.

Setiba di dalam pura dilihat api sudah membakar atap ijuk Pelinggih Meru Tumpang Pitu dan merembet ke atap Pelinggih Gedong, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu dan Pelinggih Sri Sedana.
Warga sekitar berupaya memadamkan api, sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas pemadam dibantu oleh warga berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
"Kita kerahkan 4 unit kendaraan pemadam untuk memadamkan api. Upaya pemadaman dilakukan selama kurang kebih 2 jam," terang Petugas Pemadam I Putu Pranajaya di lokasi.
Sebelum diketahuinya kebakaran, salah satu saksi mengetahui ada orang yang membakar sampah di sebelah timur Pura Puseh yang berjarak kurang lebih 14 Meter, yang diketahui berinisial Z yakni pedagang setempat.

[pilihan-redaksi2]
Dari informasi polisi, keterangan dari Z yang membakar sampah, menjelaskan bahwa pada pukul 15.00 WITA, awalnya ia mencari kayu bakar di kebun milik Rio Motor sambil membakar sampah di seputaran kebun, kemudian sekitar pukul 16.00 WITA, ia meninggalkan kebun, pada saat itu api sudah dalam keadaan mati, kemudian sehabis sholat ia kembali ke kebun dan dilihat api sudah membakar bangunan Pura Puseh di sebelah kebun. Selanjutnya ia memberitahukan kejadian tersebut kepada salah satu saksi.
Dari informasi polisi, keterangan dari Z yang membakar sampah, menjelaskan bahwa pada pukul 15.00 WITA, awalnya ia mencari kayu bakar di kebun milik Rio Motor sambil membakar sampah di seputaran kebun, kemudian sekitar pukul 16.00 WITA, ia meninggalkan kebun, pada saat itu api sudah dalam keadaan mati, kemudian sehabis sholat ia kembali ke kebun dan dilihat api sudah membakar bangunan Pura Puseh di sebelah kebun. Selanjutnya ia memberitahukan kejadian tersebut kepada salah satu saksi.
Dari hasil olah TKP sementara, penyebab kebakaran diduga bersumber dari api pembakaran sampah yang berlokasi kurang lebih 14 Meter di sebelah timur Pura Puseh Desa Banyubiru. Obyek yang terbakat diantaranya, Pelinggih meru tumpang pitu, pelinggih Gedong Brahma, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu, dan pelinggih Sri Sedana.
Atas kejadian tersebut nihil korban jiwa, melainkan hanya kerugian materiil diperkirakan sebesar Rp 1.300.000.000, untuk bangunan bagian atas baturan. (bbn/Jim/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1016 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 896 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026