Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Serangan Jantung, Siswa Magang asal Jembrana Meninggal di Malaysia

Senin, 26 Januari 2026, 09:04 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Diduga Serangan Jantung, Siswa Magang asal Jembrana Meninggal di Malaysia.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Seorang siswa magang asal Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti program magang di sebuah hotel di Malaysia, Sabtu (24/1/2026). Keluarga korban menyebut almarhum tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Korban diketahui bernama I Made Brata, pelajar dari The International School Gianyar. Almarhum ditemukan meninggal dunia di kamar tempat tinggalnya sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Ia merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan kondisi keluarga korban masih sangat terpukul saat dirinya datang melayat ke rumah duka.

“Ya, almarhum sedang menjalani magang di Malaysia. Saat kami ke rumahnya, keluarga masih sangat shock karena almarhum merupakan satu-satunya anak laki-laki,” ujar Arimbawa, Minggu (25/1/2026).

Arimbawa menjelaskan, almarhum telah menjalani program magang selama empat bulan dari total kontrak enam bulan. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh rekan sekamarnya yang berasal dari Lombok, saat kembali ke kamar usai bertugas.

“Ketika masuk kamar sekitar pukul 00.00, temannya melihat almarhum sudah dalam keadaan kaku dan tidak bernapas,” jelasnya.

Pihak sekolah kemudian menghubungi keluarga korban di Jembrana pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA. Hingga kini, Disnakerperin Jembrana masih menelusuri data lengkap terkait program magang tersebut sembari menunggu keluarga menyelesaikan prosesi duka.

Berdasarkan informasi awal, almarhum diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Namun pihak keluarga menyebut selama ini almarhum tidak pernah memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Dalam video call terakhir, almarhum tampak baik dan tidak menyampaikan keluhan kesehatan,” tambah Arimbawa.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah guna mempercepat proses pemulangan jenazah ke Bali.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan pihak kampus agar almarhum bisa segera dipulangkan,” tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami