Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Dinilai Tidak Netral dan Langgar Aturan Pemilu
BERITABALI.COM, BULELENG.
Baliho PDI Perjuangan dengan gambar Gubernur Bali Made Mangku Pastika dilatarbelakangi massa pendukung PDI Perjuangan serta gambar Sukarno dan Megawati Sukarno Putri, berdiri tegak di beberapa ruas jalan di Buleleng. Hal ini mendapat sorotan Panwaslu dan warga karena dinilai melanggar aturan Pemilu.
Baliho berukuran besar dengan gambar sosok Gubernur Bali Made Mangku Pastika ini terpampang di kawasan Jalan Ahmad Yani Barat kawasan Kelurahan Banyuasri, di Jalan Ngurah Rai Singaraja serta di batas kota bagian timur Kota Singaraja.
Senin (8/12), baliho ini mendapat sorotan serius Panitia Pengawas Pemilu Propinsi Bali di sela-sela pelaksanaan Bintek Panwaslu Se-Bali di Hotel Sunari Lovina.
Kami lihat, di situ ada hal-hal yang sangat menarik, pertama gambar Pak Made Mangku Pastika bahkan dengan nama yang lengkap, kemudian di situ ada ajakan, kalau kita tafsirkan secara subyektif maka sudah tentu terkandung pesan, bapak Made Mangku Pastika-lah yang menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk memilih PDI Perjuangan,ungkap Ketua Panwaslu Bali Wayan Juana.
Adanya ajakan melalui tulisan yang terpampang pada sosok Gubernur Bali itu memunculkan penilaian Pemerintah Propinsi Bali tidak netral dan berpihak pada salah satu partai.
Ketika kesan itu ditangkap oleh masyarakat, maka pak Mangku Pastika selaku Gubernur Bali telah melanggar pasal 102 undang-undang nomor 10 tahun 2008, yaitu pemerintah daerah tidak netral lagi, artinya bersifat memihak, papar Juana.
Dari pengamatan beritabali.com di tiga lokasi pemasangan Baliho PDI Perjuangan yang memasang gambar Gubernur Bali Mangku Pastika, berisikan ajakan kepada masyarakat Buleleng untuk tidak bingung dalam Pemilu mendatang dengan memilih PDI Perjuangan nomor 28.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 323 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 208 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 118 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan