Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Dituding Dalang Rekayasa, Sugiasa Membela Diri
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ternyata Sekretaris DPC PDIP Jembrana, I Ketut Sugiasa merasa gerah dengan predikat dalang rekayasa yang ditujukan padanya atas sederet masalah dalam penentuan calon legislatif (caleg) PDIP Jembrana.
Ketika dikonfirmasi, Kamis (28/8) Sugiasa tetap ngotot kalau dirinya tidak pernah merubah hasil rapat DPC di Denpasar itu. "Memang hasil rapat tersebut saya bawa dalam bentuk flashdisk tapi saya tidak pernah merubah sedikitpun. Apa yang turun itu adalah hasil keputusan DPP," tandasnya. Sebagai sekretaris, lanjut Sugiasa, dirinya berstatus sebagai pembantu ketua dalam administrasi partai bukan pemegang kebijakan.
"Jika saya berani merubah keputusan DPP itu sama artinya saya melanggar aturan dan saya tidak pernah mengetik hasil rapat itu, semuanya diketik oleh sekretariat," ujarnya. Sugiasa menilai apa yang ditudingkan ke dirinya adalah sebuah trik politik untuk menjatuhkannya dan di dalam dunia politik upaya itu sah-sah saja.
"Jangan menuduh tanpa bukti yang akurat, sebagai sesama kader partai yang ingin membesarkan PDIP semestinya cara seperti itu tidak perlu dilakukan,"ujarnya. Sugiasa menegaskan jika dirinya terbukti melakukan apa yang ditudingkan padanya, dirinya siap dipecat dari PDIP. "Kalau memang saya terbukti bersalah jangankan ditarik dari pencalegan, dipecat dari PDIP saya siap," tegasnya.
Sugiasa juga mengaku saat menerima SK DPP tentang penetapan nomor urut caleg, dirinya sempat menanyakan perubahan nomor urut itu ke DPD dan memperoleh jawaban kalau semua itu sudah keputusan DPP.
"Saya sudah menanyakan namun karena dikatakan keputusan DPP saya tidak bisa berbuat banyak. Karena sudah deadline, saya langsung ke KPU untuk mendaftarkan caleg PDIP jadi saya tidak sempat merapatkan mereka namun sudah saya beritahu lewat telepon," jelasnya.
Sugiasa juga sangat menyayangkan mengapa caleg-caleg PDIP yang nomor urutnya berubah masih belum bisa menerima keputusan DPP itu, padahal mereka sudah diberikan pemahaman baik oleh dirinya maupun oleh Cok Ratmadi.
"Saya masih tidak mengerti dengan mereka padahal sudah diberikan pemahaman. Tidak perlu berebut nomor urut kecil, kalau memang punya massa semestinya tidak perlu takut untuk bertarung. Kalau memang tidak meraih dukungan 15 persen meski nomor kecil toh tetap akan gugur," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 556 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 493 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 420 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 420 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik