Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Buleleng Perbaiki 25 Jaringan Irigasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) melakukan perbaikan jaringan irigasi di sejumlah kecamatan pada tahun 2026.
Program ini didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali dengan total anggaran sekitar Rp4 miliar. Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, Kamis (5/3) mengatakan bahwa perbaikan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Perbaikan seluruh jaringan irigasi ini untuk memperkuat ketahanan pangan kita, karena pangan itu sangat penting. Pak Bupati juga punya program ketahanan pangan, pemerintah pusat juga menginstruksikan agar sawah harus dijaga,” ujarnya.
Adiptha menjelaskan bahwa keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan daerah, program ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ini terdapat sekitar 25 titik saluran irigasi yang sedang dalam proses perbaikan. Proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan prioritas pada wilayah pertanian yang masih produktif.
“Ini bukan karena rusak akibat bencana saja, tapi memang untuk memperbaiki jaringan agar distribusi air lebih stabil dan lancar,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penguatan struktur saluran, memperpanjang jaringan irigasi yang terputus, hingga penanganan pada titik-titik yang dinilai kurang optimal dalam menyalurkan air ke lahan pertanian.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan ketersediaan air irigasi tidak hanya bergantung pada musim hujan, tetapi tetap terjaga saat musim kemarau sehingga petani dapat terus mengolah lahan pertanian mereka.
“Jadi bukan hanya saat musim hujan saja ada air, di musim kemarau pun harus tetap tersedia untuk mensuplai tanaman seperti padi dan palawija,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program perbaikan jaringan irigasi ini mampu menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan