Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gelombang tinggi menerjang pesisir sepanjang pantai di Gianyar. Gelombang mencapai 4 meter bahkan sampai melompati senderan beton. Hal itu terlihat di Pantai Lebih, air pantai sampai masuk ke parkiran.
Mengenai gelombang tinggi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta menyatakan berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca buruk akan berlangsung dua hari terakhir.
“13-14 Juli gelombang tinggi sampai 4 meter,” ujar Dibya, Rabu (13/7).
Mengantisipasi gelombang tinggi, BPBD Gianyar menugaskan jajaran Balawista memantau pantau. “Balawista standby di pantai sepanjang Gianyar,” jelasnya.
Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di pantai. Anjuran itu ditujukan bagi nelayan hingga pengunjung yang hendak mandi.
“Petugas mengarahkan pengunjung untuk tidak mendekati pantai. Mohon menghindari pantai, karena cuaca ekstrim, nelayan agar tidak melaut,” pintanya.
Selain gelombang tinggi di pesisir, di daratan bencana pohon tumbang menghantui sejak tiga hari terakhir. Laporan terbaru, terjadi pohon tumbang di Setra atau kuburan Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Rabu (13/7).
Pohon di kuburan tumbang ke arah sawah produktif. Beruntung tidak ada korban saat kejadian berlangsung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3842 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun